Alexander Zverev Bakal Tercatat sebagai Petenis Putra Ranking 1 Dunia Tertua


JAKARTA – Petenis Jerman Alexander Zverev memastikan diri mengakhiri musim 2026 sebagai petenis nomor satu dunia setelah meraih penghargaan No.1 ATP akhir tahun untuk pertama kalinya dalam kariernya. Gelar sebagai petenis putra ranking 1 dunia bakal resmi disematkan pada 16 November mendatang.

“Ini merupakan musim yang luar biasa bagi saya dengan kemenangan di Paris dan New York. Mengetahui bahwa saya akan mengakhiri tahun di puncak peringkat merupakan impian yang menjadi kenyataan,” kata Zverev, dikutip dari ATP Tour, Selasa.

Petenis berusia 29 tahun itu mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan upaya panjang, terutama setelah kembali bertanding usai mengalami cedera pergelangan kaki. Ia juga bertekad menuntaskan musim dengan hasil terbaik.

Zverev menjadi petenis Jerman pertama yang meraih gelar petenis No.1 akhir tahun. Ia juga menjadi petenis tertua yang pertama kali mengakhiri musim di posisi puncak peringkat dunia.

Zverev akan berusia 29 tahun 217 hari pada 23 November 2026, tanggal penetapan peringkat akhir tahun. Catatan tersebut melampaui Andre Agassi pada 1999 yang berusia 29 tahun 214 hari dan Andy Murray pada 2016 yang berusia 29 tahun 197 hari.

Pencapaian itu menandai musim terbaik dalam karier petenis kelahiran Hamburg tersebut. Mengawali 2026 tanpa gelar Grand Slam, Zverev kemudian menjuarai French Open di Roland Garros dan US Open untuk mengukuhkan posisinya di puncak persaingan tenis dunia.

Perjalanan Zverev menuju gelar akhir tahun dimulai dengan mencapai semifinal Australian Open pada Januari. Namun, ia harus mengakui keunggulan Carlos Alcaraz, yang kemudian menjadi juara, dalam pertandingan dramatis selama lima jam 27 menit.

Alexander Zverev memeluk trofi French Open yang dia menangi usai mengalahkan petenis Italia, Flavio Cobolli 6-1, 4-6, 6-4, 6-7 (5-7), 6-1 di Roland Garros, Paris, Minggu (8/6/2026). (Sku Sports)

Pada empat turnamen ATP Masters 1000 pertama musim ini, yakni Indian Wells, Miami, Monte-Carlo, dan Madrid, Zverev juga selalu mencapai setidaknya semifinal. Ia menjadi finalis di Madrid, tetapi kalah dari Jannik Sinner yang akhirnya keluar sebagai juara.

Puncak keberhasilannya datang di Roland Garros ketika Zverev mengalahkan Flavio Cobolli dalam final lima set untuk merebut gelar Grand Slam pertamanya.

Kemenangan tersebut menjadikannya petenis putra Jerman pertama yang menjuarai French Open pada era tenis modern atau Open. Ia juga bergabung dengan Andre Agassi, Goran Ivanisevic, dan Dominic Thiem sebagai pemain yang meraih gelar Grand Slam pertama pada penampilan final keempat mereka.

Tak berhenti di sana, Zverev melaju hingga final Wimbledon. Hasil tersebut menjadikannya petenis putra Jerman pertama dalam sejarah yang mencapai final di keempat turnamen Grand Slam.

Di US Open, Zverev harus melalui pertandingan lima set pada dua laga pertamanya. Namun, setelah itu ia hanya kehilangan satu set hingga memastikan gelar di New York.

Ia menjadi petenis putra keempat pada era Open yang mampu meraih gelar Grand Slam keduanya pada tahun yang sama dengan gelar pertama. Sebelumnya, prestasi tersebut dicatatkan Jimmy Connors pada 1974, Guillermo Vilas pada 1977, dan Sinner pada 2024.

Sepanjang musim ini, Zverev membukukan catatan 25 kemenangan dan dua kekalahan di turnamen Grand Slam.

Ketua ATP Andrea Gaudenzi menyebut keberhasilan mengakhiri musim sebagai petenis nomor satu dunia merupakan pencapaian tertinggi dalam olahraga tenis.

“Selamat kepada Sascha, yang menjadi pemain ke-20 yang mencapai prestasi tersebut. Selama satu dekade, ia secara konsisten menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Mengakhiri musim sebagai petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya pada usia 29 tahun menunjukkan kegigihan dan tekadnya untuk terus berkembang,” kata Gaudenzi.

Zverev menjadi petenis aktif keempat yang meraih penghargaan No.1 ATP akhir tahun, menyusul Novak Djokovic yang telah mengoleksi delapan kali penghargaan, Alcaraz dua kali, dan Sinner satu kali.

Sebelumnya, Zverev mengakhiri musim 2024 di peringkat kedua dunia. Dua tahun kemudian, ia akhirnya mampu mencapai posisi tertinggi tersebut.

ATP menyebut Zverev juga berpeluang menjadi petenis ke-30 yang pernah menduduki peringkat nomor satu dunia dalam sejarah ATP Rankings. Ia paling cepat dapat mencapai posisi tersebut pada 2 November 2026.

Setelah memastikan gelar akhir tahun, Zverev kini mengalihkan perhatian ke sisa kompetisi musim ini. Ia tengah berlaga pada babak 16 besar Shanghai Masters dengan target meraih gelar ATP Masters 1000 kedelapan dalam kariernya.

Pada akhir musim, Zverev juga akan berupaya menjadi petenis kedelapan yang mampu mengoleksi setidaknya tiga gelar ATP Finals.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *