Vokalis Metallica Diduga SIndir Macklemore, Panggung Musik bukan Tempat Beropini Politik


JAKARTA – Vokalis, gitaris dan penggagas Metallica, James Hetfield, membuat pernyataan mengejutkan soal musik dan politik. Penggawa band thrash metal asal Amerika Serikat itu secara tegas mengatakan panggung bukan tempat untuk menyuarakan opini politik.

Pernyataan tersebut ia sampaikan di sela konser residensi Life Burns Faster di Sphere, Las Vegas, pada Sabtu, 10 Oktober 2026 malam waktu setempat. Potongan videonya langsung ramai dibicarakan di media sosial.

Hetfield mengawali pidatonya dengan berterima kasih kepada para penonton yang datang dari jauh. Ia menghargai perjalanan, biaya, dan waktu yang dikorbankan demi merayakan konser bersama Metallica. Setelah itu, nadanya berubah tegas.

Ia kemudian menyebut Metallica tidak hadir untuk memengaruhi penonton dengan omong kosong seperti yang dilakukan sebagian penampil lain, melainkan untuk mengajak semua orang melupakan hiruk-pikuk di luar arena.

Pidato itu ditutup dengan kalimat khas yang langsung jadi sorotan. Hetfield menyebut agenda Metallica hanya tiga hal: cinta, energi, dan musik yang keras.

Meski tak menyebut nama siapa pun, ucapan itu dinilai banyak pihak sebagai sindiran bagi musisi yang memakai panggung konser untuk menyampaikan sikap politik. Topiknya memang sedang hangat.

Rapper Macklemore baru-baru ini dikeluarkan dari tur stadion Ed Sheeran, Loop Tour, setelah memakai slot tampil pembukanya untuk menggelar aksi dukungan bagi Palestina.

Sebelumnya, Mick Jagger dari The Rolling Stones juga bersuara serupa. Dalam podcast The Interview milik The New York Times, ia menilai penghibur tidak seharusnya menceramahi penonton soal politik, terlebih setelah Bruce Springsteen beberapa kali melontarkan kritik keras terhadap Donald Trump. Menurut Jagger, tugas seorang musisi adalah memberi penonton malam terbaik yang bisa mereka dapatkan.

Sikap Hetfield sebenarnya konsisten dari tahun ke tahun. Pada 2017, ia pernah mengatakan kepada media Chile, La Tercera, bahwa dirinya tak suka membahas politik karena tujuannya menyatukan orang lewat musik, sementara politik dan agama dinilai justru memisahkan. Lars Ulrich pun pernah mengaku nyaris tak pernah berdiskusi politik dengan Hetfield, meski sudah 35 tahun bersama.

Padahal, Metallica pernah menelurkan lagu bermuatan politik, salah satunya “…And Justice for All” yang menyoroti bagaimana uang dan kekuasaan bisa merusak dunia politik. Lagu itu sendiri sempat dibawakan penuh di Sphere pada Juni lalu, untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Residensi Metallica di Sphere Las Vegas masih berlanjut sepanjang Oktober ini. Pesan Hetfield untuk para penonton terdengar jelas: datang, headbang, dan tinggalkan urusan di luar arena.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *