JAKARTA – Mobil listrik berbasis baterai terus memperbesar pangsa di pasar Uni Eropa. Pada paruh pertama 2026, porsinya mencapai 20,7 persen, naik dari 15,6 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Menurut Anadolu Agency, disitat Senin, 12 Oktober yang mengutip data Asosiasi Produsen Mobil Eropa atau ACEA, mobil hibrida-listrik masih menjadi pilihan terbesar konsumen dengan pangsa pasar 37,3 persen.
Sementara gabungan pangsa mobil bensin dan diesel turun menjadi 29,7 persen dari 37,8 persen setahun sebelumnya.
Perubahan juga terlihat di kendaraan komersial. Pangsa van yang dapat diisi daya dengan listrik mencapai 13,2 persen, naik dari 9,5 persen pada paruh pertama 2025.
Pendaftaran truk yang dapat diisi daya dengan listrik tumbuh 47,7 persen dan menguasai 4,8 persen pasar. Sementara pendaftaran bus listrik melonjak 56,8 persen hingga mengambil pangsa 27,7 persen.
Di tengah kenaikan kendaraan listrik di Uni Eropa, pasar mobil global justru melemah. Pendaftaran mobil baru secara global turun 4,9 persen menjadi 35,7 juta unit dalam enam bulan pertama 2026.
Penurunan tersebut terutama dipicu melemahnya permintaan domestik di China yang merosot 23,2 persen.
Sebaliknya, pendaftaran mobil baru di Uni Eropa masih tumbuh 5,7 persen menjadi hampir 5,9 juta unit.
Produksi mobil global juga turun 1 persen menjadi 37,6 juta unit selama periode enam bulan tersebut.
Dari sisi perdagangan, surplus otomotif Uni Eropa menyusut 34,2 persen menjadi 28,7 miliar euro karena impor meningkat dan ekspor menurun.
Nilai impor dari China melonjak 70,5 persen menjadi 10,5 miliar euro.
Pada saat bersamaan, ekspor Uni Eropa ke sejumlah tujuan utama melemah, terutama ke Amerika Serikat dan Turki.
Meski demikian, Amerika Serikat dan Inggris masih menyumbang 48 persen dari total nilai ekspor mobil Uni Eropa.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
