Mengenal Sertifikat O-Level dalam Kasus Ijazah Gibran, Apakah Setara Ijazah SMA?


YOGYAKARTA – Sertifikat O-Level ramai dibicarakan publik setelah disebut dalam pembahasan mengenai riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK). Dokumen ini terkait pendidikan menengah yang ditempuh Gibran di Singapura sebelum melanjutkan pendidikannya ke Australia. Pertanyaan mendasarnya, apakah sertifikat O-Level setara dengan ijazah SMA di Indonesia? Dilansir dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.

Apa Itu Sertifikat O-Level?

Sertifikat O-Level atau General Certificate of Education Ordinary Level (GCE O-Level) yaitu kualifikasi pendidikan yang diperoleh melalui ujian pada jenjang menengah dalam sistem pendidikan tertentu. Di Singapura, ujian ini menjadi salah satu tahapan penting yang ditempuh siswa di tingkat menengah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dalam pelaksanaannya, GCE O-Level menguji penguasaan siswa terhadap berbagai mata pelajaran, seperti bahasa, matematika, sains, dan humaniora. Siswa mengikuti ujian O-Level pada mata pelajaran yang ditawarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil setiap mata pelajaran kemudian dinilai berdasarkan sistem penilaian yang ditetapkan penyelenggara ujian.

Secara historis, kualifikasi O-Level diperkenalkan di Inggris pada 1951 untuk menggantikan School Certificate. Seiring perkembangannya, kualifikasi ini digunakan dalam berbagai sistem pendidikan di berbagai negara, dengan ketentuan pelaksanaan yang berbeda-beda. Di Singapura, ujian GCE O-Level melibatkan Singapore Examinations and Assessment Board (SEAB), Kementerian Pendidikan Singapura, dan Cambridge International Education.

Pertanyaannya, apakah O-Level setara dengan ijazah SMA di Indonesia? Pertama, kita perlu memahami bahwa kedua dokumen tersebut berasal dari sistem pendidikan yang berbeda. O-Level merupakan kualifikasi berdasarkan hasil ujian dalam sistem pendidikan luar negeri, sementara ijazah SMA diberikan kepada siswa yang telah menyelesaikan pendidikan menengah sesuai ketentuan di Indonesia.

Karena itu, sertifikat O-Level tidak bisa otomatis setara dengan ijazah SMA, tetapi perlu melalui proses penyetaraan yang disesuaikan dengan sistem pendidikan di Indonesia. Penilaian penyetaraan ini juga turut mempertimbangkan keseluruhan riwayat pendidikan yang bersangkutan. Dalam kasus Gibran, termasuk pendidikan lanjutan yang ditempuhnya di Australia.

Itulah pembahasan mengenai sertifikat O-Level dan kedudukannya dalam sistem pendidikan di Indonesia. Jadi, dokumen ini tidak bisa langsung disetarakan dengan ijazah SMA, tetapi harus melalui mekanisme pengakuan dan penyetaraan yang berlaku. Ini penting dipahami agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan.

Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *