Gubernur DKI Minta Petasan Dibatasi Malam Hari, Bukan Dilarang Total


JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta penggunaan petasan dan kembang api di kawasan permukiman dibatasi pada malam hari. Kebijakan itu menyusul kericuhan akibat penggunaan petasan hingga dini hari saat acara Maulid Nabi di Jakarta Selatan.

Pramono mengatakan dirinya mengikuti perkembangan peristiwa tersebut sejak kejadian berlangsung. Ia kemudian meminta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut menangani persoalan itu.

“Kebetulan saya mengikuti begitu peristiwa terjadi. Itu kan hampir jam 00.30 malam. Kurang lebih jam 02.00 saya membaca itu, kemudian saya meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berperan,” kata Pramono di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, dikutip dari Antara, Senin, 5 Oktober.

Menurut Pramono, penggunaan petasan atau kembang api hingga lewat tengah malam dapat mengganggu waktu istirahat warga.

Karena itu, ia meminta para wali kota memastikan penggunaan petasan dan kembang api di lingkungan permukiman tidak berlangsung sampai dini hari.

“Bagaimana pun, tidak eloklah bahwa sudah jam 01.00 malam masih membunyikan petasan dan sebagainya,” ujarnya.

यह भी देखें:


Pramono mengatakan dalam kasus di Jakarta Selatan terdapat warga yang sensitif terhadap suara petasan. Ia meminta persoalan serupa menjadi perhatian pemerintah kota di wilayah masing-masing.

“Hal yang berkaitan dengan itu kita batasi,” kata Pramono.

Namun, ia menegaskan kebijakan tersebut bukan larangan total terhadap petasan maupun kembang api.

Menurut Pramono, penggunaan masih dapat dilakukan sepanjang waktunya tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Kalau memang masih jam sore, monggo saja, tapi jangan kemudian mengganggu ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Pramono berharap kejadian serupa tidak terulang. Ia meminta penggunaan petasan dan kembang api mempertimbangkan waktu serta kondisi lingkungan sekitar.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *