JAKARTA — Sebuah pesawat pengintai militer milik Amerika Serikat (AS) dilaporkan berputar-putar di kawasan udara Laut Hitam selama kurang lebih delapan jam, sebelum akhirnya mendarat di Rumania.
Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang dianalisis RIA Novosti, pesawat jenis Bombardier ARTEMIS II tersebut lepas landas dari Rumania pada pukul 05.40 GMT (12.40 WIB).
Setelah mengudara dan melakukan pemantauan di wilayah udara Laut Hitam, pesawat pengintai tersebut berputar balik dan mendarat di Bandara Internasional Mihail Kogalniceanu, Rumania, sekitar pukul 13.58 GMT.
Pesawat Bombardier ARTEMIS II merupakan pesawat jet bisnis yang telah dimodifikasi secara khusus oleh perusahaan pertahanan AS, Leidos. Modifikasi tersebut dirancang untuk memenuhi spesifikasi pengintaian radar dan intelijen militer tingkat tinggi.
Dalam catatan operasionalnya, armada pengintai AS ini rutin dikerahkan untuk memantau wilayah sensitif di sekitar Kaliningrad, Laut Hitam, semenanjung Krimea, serta kawasan selatan Rusia lainnya.
Meningkatnya Aktivitas NATO di Perbatasan Rusia
Aktivitas penerbangan militer AS di kawasan tersebut menambah deretan intensitas pemantauan udara di dekat perbatasan Rusia. Dalam beberapa tahun terakhir, pihak Kremlin berulang kali menyoroti lonjakan aktivitas pasukan NATO di wilayah perbatasan bagian barat.
Pemerintah Rusia menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud mengancam negara mana pun. Meski demikian, Moskow memastikan tidak akan tinggal diam terhadap setiap pergerakan militer asing yang dinilai berpotensi membahayakan kepentingan nasionalnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
