
JAKARTA – Tidak sedikit masyarakat urban saat ini yang merasa kekurangan waktu istirahat alias tidur cukup. Padahal, tidur memiliki manfaat esensial untuk kesehatan tubuh jangka panjang.
Jika kebiasaan itu dibiarkan berlarut-larut, kebiasaan ini dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan otak, mulai dari menurunnya konsentrasi dan daya ingat, mudah lelah, gangguan suasana hati, hingga meningkatnya risiko penurunan fungsi kognitif di kemudian hari.
Memahami tantangan gaya hidup modern tersebut, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan saraf dan kualitas istirahat kian bergeser dari sekadar pengobatan menjadi langkah preventif.
Kesadaran holistik ini dihadirkan melalui Brain Wellness & Sleep Center di Seraphim Medical Center, unit bisnis Bethsaida Healthcare yang berfokus pada layanan wellness dan kualitas hidup jangka panjang.
Pusat layanan ini hadir untuk menjawab berbagai keluhan yang kini marak dialami masyarakat produktif maupun lanjut usia, seperti insomnia, brain fog, kelelahan kronis akibat stres, hingga risiko penurunan fungsi kognitif.
Dalam praktiknya, setiap individu menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk mendapatkan program yang dirancang khusus sesuai kondisi masing-masing.
Serangkaian teknologi mutakhir berbasis bukti ilmiah digunakan dalam proses evaluasi dan terapi, seperti qEEG Brain Mapping untuk memetakan gelombang otak, Neurofeedback untuk melatih fokus dan regulasi emosi, Transcranial Pulse Stimulation (TPS), penilaian fungsi motorik objektif melalui KINESIQ, hingga terapi penunjang Biophoton berbasis cahaya.
Seluruh rangkaian perawatan didukung oleh tim dokter dan tenaga medis berpengalaman bertaraf internasional. Komitmen Seraphim Medical Center dalam mengintegrasikan medis modern dan program wellness terpadu ini juga diperkuat dengan raihan penghargaan Integrated Medical Wellness of the Year pada ajang Road To CNBC Indonesia Awards 2026.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi kesehatan jangka panjang bagi masyarakat.
“Brain Wellness & Sleep Center adalah langkah strategis kami untuk menghadirkan layanan kesehatan otak dan tidur yang terintegrasi dan berstandar internasional, sekaligus memperkuat posisi Seraphim sebagai destinasi kesehatan dan wellness pilihan masyarakat, baik domestik maupun mancanegara,” ujar Iwan A. Setiawan, Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, dalam konferensi persnya di Seraphim Medical Center, Serpong, Tangerang Selatan, Senin, 30 September.
Pentingnya penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan personal juga ditegaskan oleh para tenaga ahli.
dr. Febby Astari, IFMCP menambahkan, “Setiap program di Brain Wellness & Sleep Center disusun secara personal berdasarkan hasil pemeriksaan masing-masing klien, sehingga penanganan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan otak serta tidur setiap individu,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, dr. Oktaviana Niken P., Sp.N., DAIFIDN.,MMRS.,FNR.,AIFO-K, menjelaskan peran penting istirahat bagi otak. Menurutnya, tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan proses penting bagi otak untuk memperbaiki sel saraf dan memperkuat memori.
“Deteksi dini melalui pemeriksaan seperti qEEG sangat membantu menentukan penanganan yang tepat,” ujarnya.
Sementara dari sudut pandang pemulihan fungsi tubuh, dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG) menjelaskan, “KINESIQ membantu kami menilai fungsi motorik klien secara objektif, karena gangguan motorik sering kali berkaitan erat dengan kondisi neurologis maupun kualitas tidur seseorang,” paparnya.
Dalam hal ini, menjaga keseimbangan antara dinamika kerja dan pemulihan kesehatan otak kini menjadi investasi penting bagi masyarakat modern.
Melalui pendekatan preventif yang terukur, menjaga fungsi kognitif dan kualitas tidur menjadi kunci utama untuk mewujudkan kualitas hidup yang optimal dan berkelanjutan.
