PEKANBARU – Limbah cair pabrik kelapa sawit yang selama ini harus diolah kini dimanfaatkan PTPN IV Regional III Riau sebagai sumber energi. Melalui enam instalasi biogas, perusahaan mengklaim mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 88.608 ton setara karbon dioksida (CO2e) per tahun.
Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso mengatakan pengurangan emisi tersebut berasal dari pengolahan limbah cair sawit atau palm oil mill effluent (POME) menjadi biogas. Energi yang dihasilkan digunakan sebagai bahan bakar ketel uap atau boiler dan pembangkit listrik.
Enam fasilitas tersebut terdiri atas empat instalasi biogas di Sei Pagar, Lubuk Dalam, Sei Tapung, dan Sei Rokan, serta dua pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) di Terantam dan Tandun.
Keempat instalasi biogas digunakan untuk mendukung kebutuhan energi pabrik. Sementara itu, PLTBg Terantam dan Tandun di Kabupaten Kampar mengolah biogas menjadi listrik.
Salah satu fasilitas yang mendapat perhatian adalah PTBg Lubuk Dalam di Kabupaten Siak. Menurut Bambang, instalasi tersebut menjadi yang pertama di Indonesia memperoleh sertifikat pengurangan emisi gas rumah kaca dan masuk dalam skema perdagangan karbon.
“Di Lubuk Dalam kita melihat bagaimana pengurangan emisi dapat berkembang menjadi nilai tambah. Ada pengelolaan limbah, ada energi yang kita hasilkan, ada efisiensi dan ada peluang dari perdagangan karbon,” kata Bambang, dikutip dari Antara, Selasa, 29 September.
Di Kabupaten Kampar, PTBg Sei Pagar menjadi salah satu fasilitas awal pengolahan limbah cair sawit. Instalasi ini menggunakan teknologi continuous stirred tank reactor (CSTR) untuk menghasilkan biogas sebagai bahan bakar boiler sehingga mengurangi ketergantungan pada biomassa konvensional.
यह भी देखें:
Sementara itu, PTBg Sei Tapung di Kabupaten Rokan Hulu memiliki kapasitas instalasi sekitar 20.000 meter kubik. Fasilitas yang mulai beroperasi pada awal 2023 ini mampu menghasilkan sekitar 700 normal meter kubik biogas per jam.
Berdasarkan kajian sebelumnya, Sei Tapung berpotensi mengurangi emisi hingga 37.256 ton CO2e per tahun.
Pemanfaatan biogas di fasilitas tersebut juga menggantikan sebagian penggunaan cangkang sawit sebagai bahan bakar boiler. Dengan demikian, cangkang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan energi biomassa lainnya.
PTBg Sei Rokan, yang juga berada di Kabupaten Rokan Hulu, menjadi instalasi terbaru PTPN IV Regional III. Fasilitas ini mulai beroperasi pada awal November 2025 dan menggunakan limbah cair pabrik kelapa sawit sebagai bahan baku biogas.
Bambang mengatakan pengembangan keenam instalasi tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan energi terbarukan yang terhubung langsung dengan kegiatan operasional pabrik sawit.
“Inisiatif yang telah kita tempuh menjadi bukti yang relevan akan inisiatif dan komitmen PTPN IV PalmCo dalam menjaga dan melindungi bumi,” ujarnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
