JAKARTA – Pemerintah akan mempercepat pemetaan lebih dari 33 juta hektare lahan gambut di Indonesia. Kawasan tersebut akan dikelompokkan berdasarkan karakter dan pemanfaatannya, mulai dari budidaya tanaman hingga perikanan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan langkah tersebut dibahas Presiden Prabowo Subianto bersama para ilmuwan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 24 September.
Menurut Brian, pemetaan dibutuhkan agar setiap kawasan gambut tidak diperlakukan dengan pola yang sama.
“Tadi disampaikan juga bagaimana pemetaan lahan-lahan gambut itu akan dilakukan, akan dikelompokkan mana lahan-lahan yang cocok untuk pengembangan apakah itu budidaya tanaman, apakah itu untuk perikanan dan lain-lainnya,” kata Brian.
Ia mengatakan pemetaan perlu segera dilakukan sebagai dasar pengelolaan kawasan gambut sekaligus pencegahan kebakaran.
Presiden juga meminta kearifan lokal dan praktik yang selama ini terbukti berjalan baik di masyarakat dijadikan salah satu rujukan.
Menurut Brian, hasil penelitian dari perguruan tinggi dan lembaga riset akan digunakan untuk memperkuat keputusan pengelolaan.
“Riset-riset, penelitian-penelitian, kajian-kajian tetap diteruskan, dilanjutkan,” ujarnya.
Brian mengatakan luas gambut Indonesia mencapai lebih dari 33 juta hektare. Pemerintah ingin kawasan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai karakter lahannya tanpa mengabaikan perlindungan terhadap risiko kebakaran.
“Di satu sisi dia memproduksi sesuatu yang cocok, tetapi di sisi lain yang jauh lebih penting adalah dengan adanya pengelolaan maka pencegahan itu bisa dilakukan secara baik,” katanya.
Hasil pemetaan nantinya juga akan menjadi salah satu rujukan bagi Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional yang pembentukannya telah disetujui Presiden.
Struktur dan kewenangan rinci badan tersebut masih akan dibahas pemerintah.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
