JAKARTA – Setelah lebih dari dua tahun dipasarkan di luar negeri, pikap hibrida BYD Shark 6 bersiap memasuki pasar China melalui merek Fang Cheng Bao. Rencana tersebut muncul ketika ekspor Shark 6 turun 25,76 persen pada semester pertama 2026, sementara Australia menjadi pasar yang mendominasi penjualannya.
Menurut CarNewsChina, dikutip Jumat, 25 September, General Manager Fang Cheng Bao Xiong Tianbo membagikan gambar resmi Shark melalui media sosial Weibo. Unggahan tersebut menjadi petunjuk bahwa BYD akan segera membawa pikap tersebut ke pasar domestiknya.
“Sang raja kembali dari luar negeri!” tulis Xiong dalam unggahannya.
BYD belum mengumumkan tanggal peluncuran maupun harga Shark untuk pasar China.
Pikap tersebut pertama kali diperkenalkan secara global di Meksiko pada Mei 2024. Sejak itu, BYD Shark 6 telah dipasarkan di Australia, Brasil, Chili, Afrika Selatan, Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab.
Shark mengusung teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), yakni sistem penggerak yang memadukan mesin bensin dan motor listrik dengan baterai yang dapat diisi menggunakan sumber listrik eksternal.
Berdasarkan dokumen Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT), Shark versi domestik memiliki panjang 5.457 mm, lebar 1.971 mm, dan tinggi 1.925 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 3.260 mm.
Bak belakangnya berukuran panjang 1.520 mm, lebar 1.530 mm, dan tinggi 515 mm. Kapasitas muatan yang tercantum dalam dokumen tersebut mencapai 460 kg.
Pikap ini memiliki bobot kosong 2.710 kg, berat total kendaraan 3.495 kg, serta kecepatan maksimum 180 km/jam.
Untuk sistem penggeraknya, BYD menggunakan mesin bensin turbo 1,5 liter berkode BYD476ZQF dengan kapasitas 1.497 cc. Mesin tersebut menghasilkan daya bersih maksimum 135 kW atau 181 hp, dengan keluaran daya 143 kW atau 192 hp.
Mesin Shark telah memenuhi standar emisi China VI.
Selain mesin bensin, kendaraan ini dibekali dua motor listrik dengan sistem penggerak empat roda atau all-wheel drive (AWD).
Motor depan memiliki daya puncak 170 kW atau 228 hp, sedangkan motor belakang menghasilkan 150 kW atau 201 hp.
Daya terukur kedua motor masing-masing sebesar 80 kW dan 70 kW. Angka tersebut menunjukkan kemampuan daya yang dapat dihasilkan secara berkelanjutan, berbeda dari daya puncak yang dicapai dalam kondisi tertentu.
Shark menggunakan baterai litium besi fosfat (LFP) buatan FinDreams. CarNewsChina belum menyebutkan kapasitas baterai maupun daya gabungan seluruh sistem hibrida untuk versi domestik.
Rencana peluncuran di China bertepatan dengan penurunan ekspor Shark 6. Sepanjang semester pertama 2026, BYD mengekspor 20.037 unit pikap tersebut, turun 25,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Australia menjadi pasar utamanya. Pada Juni 2026, negara tersebut menyumbang sekitar 85 persen dari penjualan Shark 6.
Setelah dipasarkan di sejumlah negara sejak 2024, Shark kini bersiap memasuki negara asalnya dengan menggunakan merek Fang Cheng Bao. Tanggal peluncuran dan harga resminya masih menunggu pengumuman BYD.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
