JAKARTA – Menjelang pengumuman resmi rencana mega duel antara Anthony Joshua vs Tyson Fury yang dijadwalkan digelar di Cardiff, Wales pada 11 Desember mendatang, muncul pernyataan kontroversial dari Joshua soal kandidat lawannya itu. Joshua curiga Fury menggunakan doping.
Kecurigaan tersebut didasarkan pada fakta bahwa Fury belum melakoni tes doping hingga saat ini. Sementara waktu terus berjalan menuju konferensi pers resmi untuk pertarungan tersebut.
Semua diawali saat Joshua mengunggah sebuah surel di akun Snapchat-nya, yang berisi komunikasi antara petugas VADA (Voluntary Anti-Doping Association) dengan seseorang yang tidak disebutkan identitasnya.
“Apakah Tuan Fury akan mendaftar? Biasanya, kami mendaftarkan kedua petinju secara bersamaan. Kami juga memerlukan formulir informasi keberadaan untuk mendaftarkan salah satu dari kedua petinju tersebut,” begitu isi surel tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Joshua mengatakan bahwa dirinya tidak menuduh Fury melakukan doping. Yang dia beberkan di medsos adalah sebuah fakta.
“Saya tidak menuduh TF melakukan sesuatu apapun yang illegal,” ujar Joshua, dikutip The Mirror.
Promotor Joshua, Eddie Hearn, menambahkan bahwa seharusnya kesanggupan melakoni tes doping sudah disertakan begitu kontrak pertarungan ditandatangani.
“Protokol tes doping selalu sama dengan yang sudah-sudah dalam setiap kontrak pertarungan. Tetapi protocol tersebut ternyata tidak dijalankan Fury sebagaimana mestinya,” kata Hearn.
Sementara itu pihak Fury menanggapi kecurigaan pihak Joshua dengan mengeluarkan pernyataan: “Begitu rencana pertarungan ini mencapai tahap final, maka VADA adalah pihak pertama yang akan kami hubungi”.
Joshua dan Fury menandatangani kontrak secara terpisah. Kondisi tersebut menurut Hearn menimbulkan banyak persoalan.
“Ada banyak masalah dalam kontrak karena proses yang seperti ini. Namun kami masih memberi toleransi, karena kami ingin rencana pertarungan tersebut benar-benar terlaksana,” ujar Hearn lagi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
