Pertumbuhan Penduduk Dorong Kebutuhan Layanan Kesehatan yang Lebih Luas


JAKARTA – Kota Bekasi merupakan salah satu wilayah perkotaan dengan jumlah penduduk dan kepadatan yang tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi mencatat jumlah penduduk Kota Bekasi telah mencapai lebih dari 2,6 juta jiwa.

Kondisi tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap kapasitas dan pilihan layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu fasilitas kesehatan yang melakukan pengembangan kapasitas layanan di wilayah tersebut adalah Siloam Hospitals Sentosa.

Pengembangan dilakukan melalui dua aspek, yakni peningkatan kapasitas klinis dan fasilitas layanan. Dari sisi fasilitas, pengembangan dilakukan melalui pembangunan Gedung B Siloam Hospitals Sentosa yang mulai beroperasi secara bertahap sejak Februari 2025.

Ekspansi tahap pertama yang selesai pada April 2026 mencakup Rawat Inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Unit Perawatan Intensif (ICU), Poliklinik, Rehabilitasi Medis, Farmasi, dan Lobi Utama rumah sakit.

Dengan selesainya tahap pertama tersebut, kapasitas tempat tidur Siloam Hospitals Sentosa meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 120 tempat tidur.

Penambahan kapasitas ini memungkinkan rumah sakit menambah daya tampung pasien rawat inap, termasuk pasien yang membutuhkan perawatan setelah tindakan medis maupun pemantauan intensif.

“Kehadiran Siloam Hospitals Sentosa ini menjawab kebutuhan masyarakat Bekasi dan sekitarnya. Peningkatan jumlah dan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan Gedung B ini juga tentu akan mendorong perbaikan indikator kesehatan,”

“Saya setuju terkait fasilitas rumah sakit, bukan hanya sekedar gedung dan teknologi tapi juga lingkungannya untuk membuat pasien merasa nyaman dan aman, untuk itu dibutuhkan kapasitas SDM dan pelayanan yang berstandar tinggi bagi kebutuhan pasien. Kami berharap pengembangan ini dapat memperkuat pilihan layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bekasi dan sekitarnya, sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun ekosistem kesehatan yang semakin kuat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelas Dr. Tri Adhianto Tjahyono, Wali Kota Bekasi dalam konferensi pembukaan Gedung B Siloam Hospitals Sentosa, di Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini.

Selain penambahan fasilitas, Siloam Hospitals Sentosa memperluas jenis layanan medis yang tersedia, di antaranya laparoskopi, Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), Electroencephalography (EEG), Interventional Pain Management, Klinik Vaksinasi, serta Layanan Tumbuh Kembang Anak.

Layanan tersebut mencakup sejumlah pemeriksaan dan tindakan medis untuk kebutuhan pasien yang berbeda. Laparoskopi merupakan prosedur minimal invasif yang dilakukan melalui sayatan berukuran kecil.

ESWL digunakan untuk penanganan batu saluran kemih dengan metode pemecahan batu menggunakan gelombang kejut. Sementara itu, EEG merupakan pemeriksaan yang merekam aktivitas listrik otak dan dapat menjadi bagian dari evaluasi kondisi neurologis pasien.

“Kehadiran gedung baru ini bukan semata tentang peningkatan kapasitas, tetapi merupakan wujud komitmen kami untuk memberikan kontribusi dan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. Kami ingin Siloam Hospitals Sentosa hadir sebagai mitra kesehatan masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan kuratif, tetapi juga edukasi kesehatan, upaya promotif dan preventif, serta berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kami,” dr. Kristianus Cahyono, MM, EMBA, Hospital Director Siloam Hospitals Sentosa.

Pengembangan fasilitas tersebut akan dilanjutkan melalui ekspansi tahap 2 yang direncanakan mencakup penambahan kapasitas Ruang Operasi, ICU, serta Rawat Inap dengan tambahan 30 tempat tidur.

Tahap berikutnya ditujukan untuk menambah kapasitas layanan rumah sakit seiring dengan perkembangan kebutuhan kesehatan masyarakat di Bekasi.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang tersedia di wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *