JAKARTA – SSD iPhone 18 Pro Max berkapasitas 1 TB dilaporkan dapat mengalami penurunan kecepatan tulis saat menghadapi beban kerja ekstrem yang berlangsung terus-menerus. Pengujian menunjukkan bahwa penyimpanan model 1 TB dapat melambat hingga 25,6 MB per detik, bahkan sesekali mencapai 1,1 MB per detik ketika ruang penyimpanan semakin terisi dan penyangga data telah habis.
Temuan tersebut berasal dari pengujian kanal Bilibili Homolab yang membandingkan iPhone 18 Pro Max 1 TB dengan model 512 GB. Perbedaan utama kedua perangkat terletak pada jenis memori penyimpanan yang digunakan.
Apple disebut menggunakan memori flash QLC pada model berkapasitas besar, sedangkan model 512 GB menggunakan TLC. QLC mampu menyimpan empat bit data dalam setiap sel memori, sementara TLC menyimpan tiga bit.
Perbedaan tersebut memungkinkan QLC menawarkan kapasitas penyimpanan lebih besar, tetapi memiliki konsekuensi terhadap kecepatan dan daya tahan penulisan data. Dalam kondisi tertentu, QLC membutuhkan proses penulisan ulang yang lebih kompleks ketika data berubah.
Dalam pengujian baca data 4K, kedua model menunjukkan hasil yang relatif berdekatan. Model 1 TB dengan QLC bahkan unggul sekitar 11 persen dibandingkan model 512 GB yang menggunakan TLC.
Namun, hasil berbeda terlihat pada pengujian Q1T1, yang mengukur kinerja penyimpanan ketika menangani satu rangkaian tugas berurutan dengan kedalaman antrean dan jumlah utas masing-masing satu.
Pada pengujian tersebut, model 512 GB mencatat skor 11.285, sedangkan model 1 TB memperoleh 8.168. Hasil ini menunjukkan perbedaan kinerja sekitar 38 persen pada kondisi antrean rendah.
Kesenjangan lebih kecil terlihat dalam pengujian Q4T4. Model 512 GB meraih skor 35.992, sekitar 12 persen lebih tinggi dibandingkan skor 32.219 yang dicatat model 1 TB.
Penurunan paling besar muncul ketika penyimpanan dipaksa menangani penulisan data dalam jumlah sangat besar secara berkelanjutan. Dalam pengujian tersebut, kecepatan tulis model 1 TB sempat turun menjadi 79,4 MB per detik dan sesekali mencapai 25,6 MB per detik.
Penurunan tersebut berkaitan dengan cara penyimpanan QLC mengelola data melalui beberapa lapisan penyangga atau cache.
Untuk mempertahankan kecepatan penulisan, Apple menggunakan cache berbasis memori SLC berkapasitas terbatas. Cache ini menangani perintah tulis dalam waktu singkat sebelum data dipindahkan ke penyimpanan utama.
Dalam pengujian, kecepatan cache SLC dapat mencapai sekitar 3.000 MB per detik selama kapasitasnya masih tersedia.
Setelah cache SLC penuh, sistem menggunakan penyangga kedua yang bekerja pada tingkat kecepatan memori TLC. Kecepatan penyangga ini tercatat sekitar 578 MB per detik dalam pengujian.
Namun, penyangga kedua juga memiliki kapasitas terbatas. Ketika kedua lapisan penyangga telah penuh, data harus ditulis langsung ke penyimpanan QLC, yang memiliki kecepatan jauh lebih rendah dalam kondisi tersebut.
Kapasitas ruang kosong pada perangkat turut memengaruhi kinerja. Ketika penyimpanan telah terisi hingga 60 persen, kapasitas cache SLC yang tersedia dalam pengujian turun dari sekitar 250 GB menjadi sekitar 58 GB.
Penurunan ruang cache tersebut juga berdampak pada penyangga TLC. Kecepatannya turun menjadi sekitar 396 MB per detik.
Setelah kedua penyangga kembali penuh, kecepatan tulis rata-rata penyimpanan QLC tercatat sekitar 45 MB per detik. Dalam beberapa kesempatan, kecepatannya bahkan turun hingga 1,1 MB per detik.
Meski angka tersebut terlihat rendah, pengujian dilakukan dalam kondisi yang sangat berat dan tidak mencerminkan penggunaan ponsel sehari-hari.
Pengujian tersebut memaksa penyimpanan iPhone 18 Pro Max menangani penulisan data dalam jumlah puluhan gigabita secara berkelanjutan. Beban seperti ini jauh berbeda dari aktivitas umum, termasuk penggunaan aplikasi maupun bermain gim.
Dalam penggunaan normal, cache penyimpanan diperkirakan mampu menangani sebagian besar aktivitas tanpa menimbulkan penurunan kecepatan yang berarti.
Meski demikian, aktivitas yang membutuhkan penulisan data berukuran besar dalam waktu lama berpotensi lebih terpengaruh. Contohnya adalah perekaman video 4K dengan laju bit tinggi selama sekitar 30 menit atau lebih, serta pemindahan berkas berukuran besar.
Dengan demikian, hasil pengujian tersebut lebih menggambarkan batas kemampuan penyimpanan ketika terus-menerus dibebani, bukan gambaran kinerja iPhone 18 Pro Max dalam pemakaian sehari-hari.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
