JAKARTA – Inovasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara meraih penghargaan “50-in-5 Awards 2026” kategori Kolaborasi yang diselenggarakan oleh Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan global atas keberhasilan Indonesia membangun konektivitas pembayaran digital lintas negara yang interoperabel dan inklusif bersama negara-negara mitra.
Penghargaan diserahkan oleh Chief Investment Officer Co-Develop, Lindsey Crumbaugh, kepada Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta yang mewakili Indonesia dalam rangkaian 50-in-5 Milestone Event pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 (UNGA 81) di New York, Amerika Serikat, 21 September 2026.
Filianingsih mengatakan, keberhasilan QRIS Antarnegara menunjukkan bahwa interoperabilitas sistem pembayaran tidak mengharuskan setiap negara menggunakan sistem yang sama.
Menurutnya, konektivitas dapat dibangun melalui kesamaan tujuan, kepercayaan, standar yang disepakati, serta komitmen untuk menghubungkan sistem pembayaran yang telah dimiliki masing-masing negara.
“Dengan menghubungkan sistem, kita menghubungkan masyarakat dan membuka peluang melampaui batas negara,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa, 22 September.
Penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi BI, pemerintah, industri sistem pembayaran Indonesia, serta otoritas dan industri sistem pembayaran di negara-negara mitra.
Program 50-in-5 sendiri merupakan kampanye advokasi global yang bertujuan mendukung 50 negara dalam merancang, meluncurkan, dan memperluas infrastruktur publik digital yang aman, inklusif, dan interoperabel sebelum 2028.
Dalam kategori Kolaborasi, penghargaan diberikan kepada kemitraan lintas negara yang dinilai berhasil mengimplementasikan atau memperluas infrastruktur publik berbasis teknologi digital.
“Capaian ini mencerminkan kontribusi Bank Indonesia dalam memperkuat transformasi digital dan konektivitas ekonomi Indonesia, sekaligus menunjukkan pengakuan global terhadap inovasi sistem pembayaran Indonesia,” jelasnya.
Filianingsih menyampaikan QRIS Antarnegara menghubungkan ekosistem pembayaran domestik Indonesia dengan negara mitra secara interoperabel dan melalui konektivitas tersebut, masyarakat Indonesia dapat menggunakan aplikasi pembayaran yang telah familiar untuk bertransaksi di negara mitra.
Ia menambahkan sebaliknya, wisatawan mancanegara dapat menggunakan aplikasi pembayaran dari negaranya untuk bertransaksi pada merchant QRIS di Indonesia.
Filianingsih menyampaikan pengembangan QRIS Antarnegara dilakukan Bank Indonesia berkolaborasi dengan otoritas dan industri sistem pembayaran di berbagai negara dengan memanfaatkan infrastruktur pembayaran domestik masing-masing.
Menurutnya pendekatan ini memungkinkan sistem pembayaran yang berbeda untuk saling terhubung tanpa mengharuskan setiap negara menggunakan sistem yang sama.
“Konektivitas dibangun berdasarkan kesamaan tujuan, kepercayaan, standar yang disepakati, dan tata kelola yang jelas, dengan tetap menghormati kerangka domestik masing-masing negara,” jelasnya.
Di tingkat nasional, ia mengatakan implementasinya diperkuat melalui sinergi Bank Indonesia bersama Pemerintah, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan industri sistem pembayaran Indonesia.
Adapun konektivitas QRIS Antarnegara terus diperluas melalui kerja sama dengan sejumlah negara, antara lain Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Sejak pertama kali diterapkan pada 2022 hingga Juli 2026, transaksi QRIS Antarnegara yang dilakukan pengguna dari negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi dengan nilai Rp5,90 triliun.
Sementara itu, transaksi pengguna Indonesia di negara mitra tercatat sebanyak 4,67 juta transaksi dengan nilai Rp1,73 triliun.
Dengan demikian, total nilai transaksi QRIS Antarnegara dari kedua arah mencapai Rp7,63 triliun dan nilai transaksi pengguna negara mitra di Indonesia juga tercatat Rp4,17 triliun lebih tinggi dibandingkan transaksi pengguna Indonesia di negara mitra.
“Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan QRIS untuk mendukung aktivitas ekonomi lintas negara, termasuk pariwisata dan perdagangan, sekaligus mendukung penerimaan devisa dari wisatawan mancanegara,” katanya.
Selain itu, manfaat QRIS Antarnegara turut diperkuat oleh pertumbuhan ekosistem QRIS di dalam negeri yaitu hingga Juli 2026, QRIS telah menjangkau 45,46 juta merchant, dengan 96,69 persen di antaranya merupakan UMKM.
“Melalui QRIS Antarnegara, pelaku usaha Indonesia, terutama UMKM, memiliki peluang lebih besar untuk melayani transaksi wisatawan mancanegara dengan memanfaatkan infrastruktur pembayaran digital yang telah digunakan sehari-hari, tanpa memerlukan sistem pembayaran baru,” tuturnya.
Ke depan, Filianingsih menyampaikan Bank Indonesia akan terus memperluas QRIS Antarnegara dengan negara-negara mitra potensial, terutama yang memiliki keterhubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia.
Menurutnya pengalaman dan kerangka kerja dari kolaborasi yang telah berjalan akan menjadi fondasi untuk memperluas konektivitas, dengan tetap menyesuaikan implementasinya terhadap karakteristik masing-masing negara mitra.
“Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, sekaligus memperkuat inklusi ekonomi dan keuangan serta konektivitas ekonomi Indonesia di tingkat regional dan global,” tuturnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
