JAKARTA – China menyatakan pasokan pangan dalam negeri tetap stabil meski El Nino, konflik geopolitik, dan kenaikan harga pupuk meningkatkan ketidakpastian pangan dunia. Produksi biji-bijian yang besar, cadangan, dan kapasitas pengolahan menjadi tiga penyangga utama.
Kepala Administrasi Pangan dan Cadangan Strategis Nasional China Liu Huanxin mengatakan pasar biji-bijian internasional mengalami fluktuasi. Namun, pasar domestik China sejauh ini dinilai tetap stabil.
“Ketahanan pangan China terjamin dengan baik,” kata Liu dalam konferensi pers yang digelar Kantor Informasi Dewan Negara, dikutip China Daily, Senin, 21 September.
Menurut Liu, berbagai faktor yang dapat memengaruhi produksi pangan dunia perlu terus dicermati, dinilai secara ilmiah, dan direspons sejak dini.
Ia mengatakan produksi biji-bijian China semakin tangguh dalam beberapa tahun terakhir. Kebijakan yang mendukung petani dan produksi pangan ikut menopang kondisi tersebut.
Wilayah China yang luas juga memungkinkan pasokan antarwilayah saling melengkapi ketika terjadi gangguan di wilayah tertentu.
Produksi biji-bijian tahunan China berada di atas 650 juta ton sejak 2015. Produksinya untuk pertama kali menembus 700 juta ton pada 2024, kemudian mencapai 715 juta ton pada 2025.
Ketersediaan biji-bijian per kapita juga telah melampaui 500 kilogram. Menurut Liu, angka itu berada di atas rata-rata dunia.
Selain produksi, China mengandalkan sistem cadangan yang mencakup stok pemerintah dan perusahaan.
“Total persediaan biji-bijian secara nasional tetap jauh di atas tingkat peringatan ketahanan pangan internasional sebesar 17 hingga 18 persen dari konsumsi tahunan,” kata Liu.
Menurut Liu, cadangan tersebut dapat digunakan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan serta menstabilkan pasar ketika terjadi gejolak yang tidak normal.
Industri pengolahan juga menjadi penyangga penting. China memiliki sekitar 24.000 perusahaan yang bergerak di pengolahan produk biji-bijian, minyak makan, hingga pakan.
Nilai produksi tahunan industri biji-bijian China telah melampaui 4 triliun yuan atau sekitar 597 miliar dolar AS.
Liu menambahkan, kapasitas pengolahan bahan pangan pokok seperti tepung, beras, dan minyak makan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk China.
El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang dapat memengaruhi pola cuaca dan produksi pangan di berbagai negara.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
