JAKARTA- Arab Saudi memperkenalkan Ceer EXOBOT, SUV dan sedan listrik flagship dari Ceer, merek kendaraan listrik sekaligus produsen otomotif pertama yang dikembangkan di dalam negeri. SUV EXOBOT membawa baterai 112 kWh, tenaga gabungan 850 horsepower, serta kemampuan akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,6 detik.
EXOBOT diperkenalkan pada Senin oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi dan Ketua Dewan Direksi Public Investment Fund (PIF), Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Ceer pertama kali diluncurkan pada 2022 oleh Mohammed bin Salman bersama Public Investment Fund sebagai merek kendaraan listrik lokal pertama Arab Saudi.
EXOBOT SUV dan sedan merupakan dua dari tujuh kendaraan yang direncanakan Ceer untuk diluncurkan dalam lima tahun ke depan. Jajaran produknya akan mencakup kendaraan berukuran kompak hingga menengah dengan berbagai pilihan sistem penggerak, meski rincian lengkapnya belum diumumkan.

Seluruh kendaraan tersebut akan diproduksi di Ceer Manufacturing Complex (CMC). Ceer menyebut fasilitas tersebut sebagai kompleks produksi otomotif terbesar di Timur Tengah sekaligus salah satu fasilitas manufaktur paling berteknologi maju di dunia.
Ceer mengatakan kendaraan-kendaraan barunya dikembangkan melalui proses desain dan rekayasa lokal dengan mengacu pada standar global.

Untuk SUV EXOBOT, Ceer membekalinya baterai berkapasitas 112 kWh yang diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga 560 kilometer berdasarkan standar NEDC.
SUV tersebut menggunakan sistem penggerak all-wheel drive dengan dua motor listrik. Kombinasi keduanya menghasilkan tenaga 850 hp atau 625 kW.

Dengan tenaga tersebut, Ceer mengklaim EXOBOT SUV mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam 2,6 detik.
Sistem kelistrikan 800 volt memungkinkan baterai diisi dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.

Dari sisi teknologi berkendara, SUV listrik ini menggunakan steer-by-wire dan steering yoke, serta sistem kemudi roda belakang. Mobil tersebut juga dilengkapi suspensi udara adaptif dual-chamber dan sejumlah mode berkendara.
Di dalam kabin, Ceer memasang layar melengkung 48 inci yang membentang dari sisi ke sisi dasbor dan disebut “Digital Horizon”. Sistem tersebut dilengkapi navigasi 3D, sistem spion berbasis kamera, serta asisten suara Ceer.

EXOBOT SUV memiliki panjang 5.016 milimeter, lebar 2.101 milimeter, dan tinggi 1.693 milimeter. Jarak sumbu rodanya mencapai 3.200 milimeter.
Ceer belum mengumumkan harga SUV listrik tersebut. EXOBOT SUV akan tersedia dalam versi Limited Launch Edition serta varian Plus yang dapat dikustomisasi secara penuh.
Sebelumnya, prototipe SUV listrik Ceer sempat terlihat menjalani pengujian di Eropa pada awal tahun ini. Prototipe yang masih ditutup tersebut memiliki bentuk yang disebut menyerupai Tesla Cybertruck dalam ukuran yang lebih kecil.

Selain SUV, Ceer memperkenalkan EXOBOT dalam bentuk sedan listrik. Model ini memiliki jarak tempuh hingga 670 kilometer berdasarkan standar NEDC, tenaga 850 hp, serta kemampuan akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,6 detik.
Sedan listrik tersebut memiliki panjang 5.260 milimeter, lebar 2.102 milimeter, dan tinggi 1.428 milimeter. Jarak sumbu rodanya sama-sama mencapai 3.200 milimeter.
Pengembangan Ceer menjadi bagian dari agenda Vision 2030 Arab Saudi, sebuah strategi untuk melakukan diversifikasi ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan negara tersebut terhadap minyak.
Dalam strategi tersebut, Arab Saudi menargetkan ekspor nonmigas mencapai lebih dari 50 persen produk domestik bruto nonmigas serta lebih dari 50 persen sumber listrik berasal dari energi terbarukan.
Ceer diperkirakan memberikan kontribusi sekitar 8 miliar dolar AS atau lebih dari 30 miliar riyal Saudi terhadap produk domestik bruto Arab Saudi pada 2034. Dengan kurs Rp17.900 per dolar AS, angka 8 miliar dolar AS setara sekitar Rp143,2 triliun. Sementara 30 miliar riyal Saudi dengan kurs Rp4.783,27 per riyal setara sekitar Rp143,5 triliun.
Dalam pengembangan kendaraan listriknya, Ceer sebelumnya telah menjalin sejumlah kerja sama teknologi. Pada Juni 2024, perusahaan mencapai kesepakatan dengan Hyundai Transys untuk menggunakan sistem penggerak listrik three-in-one pada kendaraan listrik yang akan datang.
Beberapa bulan kemudian, Ceer juga mengumumkan kemitraan dengan Rimac untuk menggunakan sistem electric drive system (EDS) berperforma tinggi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
