TNI Buru Kelompok Bersenjata yang Diduga Bunuh Sopir Travel Aris Sanda di Papua Pegunungan


JAKARTA – TNI terus memburu kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam kematian sopir travel Aris Sanda di Papua Pegunungan. Pengamanan masyarakat di sekitar wilayah kejadian juga diperkuat untuk mencegah jatuhnya korban lain.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan pengejaran terhadap para pelaku masih berlangsung.

“Kita terus melakukan penguatan pengamanan masyarakat, maupun pengejaran terhadap pelaku,” kata Nas saat ditemui dalam pembukaan TNI Fair di Silang Monas, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Antara, Sabtu,19 September.

Menurut TNI, kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka atau OPM Kodap III Ndugama diduga berada di balik kekerasan terhadap Aris. Korban ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang terbakar di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna mengatakan peristiwa bermula ketika Aris membawa sejumlah penumpang dari Wamena menuju Mbua pada Selasa, 15 September, sekitar pukul 06.00 WIT.

“Seorang pengemudi atas nama Aris Sanda alias Bapak Tasya, asal Toraja, dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Wirya, dikutip Antara.

Menurut Wirya, mobil yang dikemudikan Aris dicegat kelompok bersenjata di tengah perjalanan. Pengemudi dan penumpang kemudian diperiksa.

Para penumpang diperintahkan kembali ke Wamena. Sementara Aris ditahan dan dibawa berjalan ke arah Danau Habema.

Sehari kemudian, personel Koops TNI Habema melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi. Tim menemukan kendaraan korban dalam kondisi terbakar bersama jenazah Aris.

“TNI Habema melaksanakan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya,” ujar Wirya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dengan prosedur pengamanan. Namun, penyebab pasti kematian Aris masih dalam penyelidikan.

Kapuspen TNI mengatakan TNI juga memperkuat pengamanan di Papua dan menegaskan komitmen menjaga wilayah Indonesia.

“TNI selalu komit melaksanakan tugas pertahanan negara, komit mengamankan setiap jengkal tanah kita. Jangan sampai ada yang ingin keluar dari NKRI,” katanya.

Koops TNI Habema menyatakan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat akan terus dilakukan sambil mendukung proses penegakan hukum.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *