JAKARTA – Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin meminta tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai tidak membebani masyarakat setelah tarif promo berakhir. Menurutnya, tarif harus tetap terjangkau agar layanan transportasi publik ini benar-benar mendorong warga meninggalkan kendaraan pribadi.
Layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai resmi diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Setelah peresmian, Pemprov DKI menerapkan tarif Rp8 selama delapan hari sebelum memberlakukan tarif flat Rp5.000 hingga dilakukan evaluasi kenaikan tarif.
Suhud menilai persoalan tarif menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan LRT, selain memastikan konektivitas dengan moda transportasi lain.
“Mungkin nanti pada tarif, ya. Diharapkan juga tarif tidak memberatkan,” kata Suhud kepada wartawan, Kamis, 17 September.
Terkait rencana perubahan tarif LRT setelah evaluasi tarif Rp5.000, Suhud mengatakan besaran tarif akan ditentukan melalui kajian. DPRD nantinya ikut terlibat dalam pembahasan dan menjalankan fungsi pengawasan.
“Hasil kajian tentu nanti melibatkan DPRD. Ya mungkin bukan persetujuan ya, tapi memang nanti kita akan kaji bersama, dan tentu melalui pengawasan DPRD,” ucap Suhud.
Namun, Suhud belum menyebut angka tarif yang dianggap realistis oleh DPRD. Ia mengatakan kajian masih menjadi dasar untuk menentukan besaran tarif selanjutnya.
“Karena yang melakukan kajian kan juga dengan apa, Dewan Transportasi dan juga sejumlah elemen yang memang terlibat di dalam urusan transportasi,” jelasnya.
Selain itu, Suhud menilai integrasi LRT dengan moda transportasi lain juga belum cukup jika hanya menghubungkan antarmoda di titik-titik utama. Akses dari kawasan permukiman hingga stasiun juga perlu diperkuat agar masyarakat lebih mudah menggunakan transportasi publik.
v
Ia meminta layanan mikrotrans diperbanyak untuk menjangkau wilayah yang belum terhubung langsung dengan jaringan LRT.
“Supaya bisa sampai ke sini kan dari kampung-kampung, perlu disambung nih. Nah, mikrotrans itu perlu diperbanyak ya,” tuturnya.
Suhud mengatakan integrasi antarmoda dan tarif yang terjangkau menjadi dua hal penting agar penggunaan transportasi publik di Jakarta semakin mudah. Dengan akses yang lebih luas, masyarakat diharapkan memiliki alternatif selain menggunakan kendaraan pribadi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
