Presiden Sebut Penambahan Kekuatan TNI demi Jaga Kedaulatan Negara, Anggaran Tak Sampai 2 persen PDB


JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa penambahan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperlukan untuk memastikan pertahanan dan keamanan negara dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk membuat kehadiran unsur pertahanan perlu diperkuat secara merata demi menjaga kedaulatan negara. Indonesia memiliki 514 kabupaten dengan wilayah yang relatif luas.

“Negara kita ini besar sekali. Kita punya 514 kabupaten, dan kabupaten itu besar. Bukan kabupaten yang kecil-kecil, kabupaten itu besar,” ujarnya dalam Program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu (16/9).

Ia mempertanyakan efektivitas pengamanan wilayah apabila jumlah batalion jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah kabupaten.

Dengan asumsi satu batalion ditempatkan di setiap kabupaten, menurut Prabowo, masih terdapat lebih dari 360 kabupaten yang tidak memiliki kehadiran satuan TNI.

Menurut Prabowo, keterbatasan kehadiran aparat di sejumlah wilayah turut berkaitan dengan persoalan pengawasan terhadap kekayaan alam.

“Padahal di situ ada kekayaan kita. Karena itulah, selama sekian puluh tahun, terjadilah illegal logging, illegal mining, kebun-kebun liar,” ungkapnya.

Prabowo juga mencontohkan keberadaan perkebunan kelapa sawit di kawasan hutan lindung yang menurutnya dapat berlangsung hingga bertahun-tahun tanpa penindakan.

Di sisi lain, Prabowo mengatakan anggaran pertahanan Indonesia masih berada di bawah 2 persen dari produk domestik bruto (PDB), meskipun pemerintah telah meningkatkannya.

“Anggaran kita termasuk paling kecil di ASEAN. Walaupun kita sudah menaikkan seperti itu, tidak sampai 2 persen dari GDP kita,” tegasnya.

Ia menyebut belanja pertahanan Indonesia selama beberapa dekade berada di kisaran 0,9 persen PDB. Sebagai perbandingan, Prabowo menyebut Singapura mengalokasikan anggaran pertahanan lebih dari 3 persen PDB.

Prabowo menegaskan penguatan pertahanan diarahkan untuk membangun sistem pertahanan dan keamanan yang lebih baik.

“Jadi, kalau menurut saya, sistem kita, sistem hankam yang merata, membutuhkan kehadiran unsur-unsur pertahanan yang cukup kuat,” pungkasnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *