JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap sebagian pengguna BBM nonsubsidi mulai beralih menggunakan BBM bersubsidi ketika harga minyak dunia naik di atas 100 dolar AS per barel.
Peralihan antara lain terjadi dari pengguna BBM RON 92 dan RON 95 nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
“Memang ada yang shifting dari pemakaian BBM yang tadinya memakai RON 92, 95, yang nonsubsidi, ada sebagian ke subsidi,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 17 September.
Menurut Bahlil, lonjakan harga minyak dunia berdampak terhadap harga BBM di dalam negeri. Sementara harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan pemerintah.
“Sekarang sudah mencapai 100 dolar lebih per barel. Jadi pasti berdampak pada harga nasional, di mana harga subsidi kita tidak ada kita naikkan. Jadi pasti orang akan memilih ke sana,” ujarnya.
Namun, Bahlil meminta masyarakat mampu tidak ikut mengambil BBM yang mendapat subsidi pemerintah.
Ia secara khusus menyinggung pengguna kendaraan yang dinilai mampu membeli BBM nonsubsidi.
“Saudara-saudara kita yang mampu, yang memakai mobil bagus, ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” kata Bahlil.
Bahlil juga mengatakan stok BBM nasional masih berada pada batas minimum kebutuhan sekitar 18 hingga 20 hari.
Pemerintah sebelumnya menghadapi antrean pembelian BBM di Makassar, Sulawesi Selatan. Bahlil menyebut kondisi tersebut kini telah terurai dan sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
