JAKARTA – Akses menuju kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur akan semakin mudah cepat.
Pasalnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiapkan pengoperasian Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer yang telah selesai dibangun.
Kehadiran ruas tol itu diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi logistik di wilayah timur Pulau Jawa.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan jalan tol bukan hanya menghadirkan infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” ucap Dody dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 7 Agustus.
Secara keseluruhan, Jalan Tol Prosiwangi memiliki panjang 175,40 kilometer dan dibangun oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Ruas tersebut terbagi menjadi tujuh seksi, yakni Seksi 1 Suko–Kraksaan sepanjang 12,8, kilometer, Seksi 2 Kraksaan–Paiton sepanjang 11,2 kilometer dan Seksi 3 Paiton–Besuki sepanjang 25,6 kilometer.
Kemudian, Seksi 4 Besuki–Situbondo sepanjang 42,3 kilometer, Seksi 5 Situbondo–Asembagus sepanjang 16,7 kilometer, Seksi 6 Asembagus–Bajulmati sepanjang 37,4 kilometer serta Seksi 7 Bajulmati–Ketapang sepanjang 29,2 kilometer.
Saat ini, Seksi 1 dan Seksi 2 yang membentang dari Suko hingga Paiton telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi dan mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Sementara itu, Seksi 3 dari Paiton–Besuki masih menjalani proses Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO).
Dengan progres tersebut, pembangunan Tol Prosiwangi terus bergerak menuju tersambungnya koridor jalan tol di wilayah timur Pulau Jawa yang akan memperkuat konektivitas antardaerah.
Selain memangkas waktu tempuh perjalanan, Tol Prosiwangi juga diharapkan membuka akses lebih luas menuju kawasan industri, pusat distribusi logistik hingga berbagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya.
Pemerintah menilai, keberadaan ruas tol tersebut akan meningkatkan efisiensi biaya logistik, memperkuat daya saing kawasan serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Tapal Kuda.
Meski dua seksi awal telah mengantongi SLO, pengoperasian jalan Tol Prosiwangi masih menunggu penyempurnaan hasil Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Simpang Susun (SS) Gending.
Simpang susun tersebut menjadi penghubung utama antara Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan Tol Prosiwangi, sehingga memiliki peran penting dalam menjamin kelancaran dan keselamatan lalu lintas saat ruas mulai beroperasi.
Pemeriksaan ULFO telah dilakukan pada 16–17 Juli 2026 untuk memastikan simpang susun beserta seluruh fasilitas pendukung memenuhi aspek keselamatan, kelayakan fungsi dan kesiapan operasional.
Dari hasil pemeriksaan, Tim ULFO masih menemukan sejumlah aspek yang perlu disempurnakan oleh PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha jalan tol.
Menindaklanjuti hasil tersebut, PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol menyatakan akan segera menyelesaikan seluruh rekomendasi yang diberikan Tim ULF sebagai syarat sebelum dilakukan evaluasi lanjutan menuju pengoperasian.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
