JAKARTA – Saham teknologi Asia melemah pada Kamis, mengikuti tekanan di Wall Street. Investor kembali menilai apakah ekspansi cepat belanja kecerdasan buatan atau AI masih bisa dipertahankan.
Anadolu Agency dikutip Kamis, 6 Agustus, melaporkan, tekanan kembali muncul di saham-saham yang terkait AI. Sektor cip menjadi salah satu yang paling terasa.
Di Korea Selatan, saham SK Hynix turun 2,2 persen setelah sempat anjlok hampir 10 persen pada awal perdagangan. Samsung Electronics melemah 6,3 persen, sementara Seoul Semiconductor turun 3,7 persen.
Tekanan juga terlihat di Jepang. Saham perusahaan investasi teknologi SoftBank Group turun 3,4 persen.
Tokyo Electron, produsen peralatan pembuatan cip, merosot lebih dari 5,4 persen. Advantest, pembuat peralatan pengujian semikonduktor, turun 2,6 persen. Kioxia, produsen cip memori, melemah 9,2 persen.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau TSMC, pembuat cip kontrak terbesar di dunia, ikut turun 1,66 persen.
Penurunan di Asia terjadi setelah saham teknologi Amerika Serikat melemah dalam perdagangan semalam. Pasar masih menimbang apakah belanja terkait AI yang tumbuh cepat dapat terus berlanjut.
Saham semikonduktor Asia bergerak tajam dalam beberapa sesi terakhir. Pasar saham Korea Selatan yang banyak ditopang saham cip bergantian mencatat penurunan besar dan kenaikan rekor.
Semikonduktor adalah komponen utama dalam perangkat elektronik, termasuk cip untuk komputer, ponsel, pusat data, dan sistem AI.
Menurut CNBC, meski volatilitas meningkat, JPMorgan menilai aksi jual saham teknologi di kawasan tersebut belum mengganggu siklus investasi AI yang lebih luas,.
Volatilitas adalah kondisi ketika harga aset naik-turun tajam dalam waktu singkat.
JPMorgan juga tidak memperkirakan perusahaan komputasi awan besar, atau hyperscaler, memangkas belanja modal secara signifikan.
Hyperscaler adalah perusahaan besar penyedia layanan cloud dan pusat data dalam skala sangat besar. Belanja modal adalah pengeluaran untuk membangun atau membeli aset besar, seperti pusat data, server, dan peralatan komputasi.
Bank tersebut melihat belum ada indikator fundamental yang menunjukkan pelemahan berarti dalam enam hingga 12 bulan ke depan.
S&P Global mengatakan belanja teknologi dan pertahanan masih menopang pertumbuhan ekonomi global.
Indeks manajer pembelian global untuk output peralatan teknologi naik pada Juli dengan laju tercepat sejak Mei 2021. Indeks manajer pembelian atau PMI adalah indikator untuk membaca aktivitas bisnis, termasuk produksi dan permintaan.
Sektor teknologi yang lebih luas juga mencatat pertumbuhan terkuat dalam 10 bulan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
