JAKARTA – Penyelenggaraan Indonesia International Jetsports Grand Prix (IGP) 2026 merupakan kesempatan emas untuk perangsang pebalap-pebalap belia nasional sehingga mereka bisa tertarik untuk terjun ke dunia jetski dan berbicara di level dunia.
Ketua Umum Indonesia Jetsports Boating Association (IJBA), Syaiful Sutan Aswar, mengakui bahwa untuk menjadi atlet jetski profesional membutuhkan jalan panjang sehingga acara ini bisa dipakai untuk menggaet potensi-potensi Indonesia yang tertarik terlebih dahulu.
“Itu harapan saya karena saya tahu itu tidak akan mudah. Proses itu tidak sebentar, tetapi membutuhkan puluhan tahun,” kata Syaiful dalam konferensi pers yang berlangsung di Senayan, Jakarta.
Dua pebalap jetski Indonesia yang dipastikan ikut serta dalam Indonesia International Jetsports Grand Prix (IGP) ialah Aero Sutan Aswar dan Asqa Sutan Aswar. Kedua nama tersebut merupakan putra kandung Syaiful.
Syaiful mengatakan bahwa untuk membentuk atlet yang bermental juara seperti kedua putranya perlu konsistensi sehingga siapa pun yang nantinya tertarik menggeluti jetski harus benar-benar melalui semua proses yang berat.
“Saya melatih mereka ini puluhan tahun. Setiap hari kerja mereka hanya sekolah dan jetski. Mereka ini tidak tahu dunia luar. Saya tidak pernah didik mereka untuk ke mana-mana,” ujarnya.
Indonesia International Jetsports Grand Prix (IGP) 2026 akan diselenggarakan pada 2–6 Desember 2026 di Jetski Academy Indonesia, Ancol, Jakarta Utara. Kejuaraan itu awalnya dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus ini dengan nama Indonesia Internasional Jetsport World Series 2026, tetapi kemudian diubah.
Penyelenggaraan ini merupakan bagian dari komitmen IJBA untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat olahraga jetsports internasional di kawasan Asia-Pasifik serta menandai dimulainya babak baru dalam pengembangan olahraga jetsports di Indonesia.
“Untuk (sistem) balapannya di sini tidak ada perubahan. Perubahan hanya nama saja. Kalau konsep dan cara bertanding sama, yakni menggunakan sistem poin,” kata Syaiful.
Kejuaraan ini akan mempertemukan para pebalap terbaik dunia dalam turnamen berstandar internasional sekaligus menjadi fondasi bagi lahirnya Indonesia Jetsports World Series (IJWS) yang akan resmi bergulir mulai 2027.
IGP 2026 bukan sekadar sebuah kejuaraan internasional, melainkan langkah strategis Indonesia dalam membangun kalender kejuaraan dunia yang berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi atlet, tim, sponsor, media, dan wisatawan dari berbagai negara.
Perubahan nama kejuaraan serta jadwal penyelenggaraan merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama antara Presiden International Jet Sports Boating Association (IJSBA), Scott Frazier, dan Presiden Indonesia Jetsports Boating Association (IJBA), Syaiful Aswar.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan penyelenggaraan kejuaraan dengan kalender turnamen jetsports internasional, menghindari padatnya jadwal kejuaraan dunia pada periode sebelumnya, serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pebalap dan tim internasional untuk berpartisipasi di Indonesia.
Kesepakatan ini sekaligus mencerminkan komitmen bersama antara IJSBA dan IJBA dalam memperkuat penyelenggaraan kejuaraan internasional yang profesional, kompetitif, dan mampu menarik partisipasi pebalap terbaik dunia.
Sebanyak kurang lebih ada 40-an negara dan 300-an peserta akan datang ke acara ini. Dengan jumlah peserta sebanyak itu, diharapkan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor seperti pariwisata nasional, perhotelan dan industri hospitality, restoran dan kuliner, transportasi, UMKM dan ekonomi kreatif, industri olahraga, serta promosi investasi serta citra Indonesia di tingkat internasional.
Melalui penyelenggaraan kejuaraan ini, Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah turnamen olahraga dunia, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan sport tourism di Asia.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
