Tiga Sutta Buka Tipitaka Chanting 2026, Kisahkan Perjalanan dari Keraguan menuju Pencerahan


MAGELANG –Lebih dari 2.000 umat Buddha dari Indonesia dan sejumlah negara mengikuti sesi pertama dengan melantunkan Tevijjavacchagotta Sutta, Aggivacchagotta Sutta, dan Mahāvacchagotta Sutta.

Ketiga sutta dari Majjhima Nikāya itu memuat rangkaian dialog antara Sang Buddha dan pengembara bernama Vacchagotta. Ia digambarkan bergulat dengan pertanyaan tentang kehidupan, kebenaran, dan pembebasan.

Bhikkhu Siriratano Mahathera mengatakan tiga sutta tersebut merupakan satu rangkaian kisah tentang perubahan batin Vacchagotta.

“Dari seseorang yang dipenuhi keraguan dan terjebak dalam spekulasi filsafat, Vacchagotta perlahan dibimbing menuju pemahaman yang benar, praktik nyata, hingga akhirnya mencapai pencerahan sebagai seorang Arahat,” kata Bhikkhu Siriratano Mahathera seperti dikutip dalam keterangan resmi Kementerian Agama.

Menurut Bhikkhu Siriratano Mahathera, ketiga sutta itu menggambarkan tahapan perkembangan spiritual seorang pencari kebenaran. Perjalanan tersebut dimulai dari perubahan cara pandang, dilanjutkan dengan praktik yang konsisten, lalu menuju kebebasan batin.

Pembacaan tiga sutta pada sesi pembuka juga menjadi bahan perenungan bagi peserta. Pelantunan kitab suci tidak hanya ditempatkan sebagai tradisi, tetapi juga sebagai upaya memahami dan menjalankan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Indonesia Tipitaka Chanting 2026 berlangsung pada 24–26 Juli 2026. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan Sangha Theravada Indonesia bersama Keluarga Buddhis Theravada Indonesia.

Pesertanya terdiri atas bhikkhu dari berbagai negara, samanera, atthasilani, serta upasaka dan upasika yang menjalankan Atthasila.

Penyelenggaraan tahun ini bertepatan dengan peringatan 50 tahun Sangha Theravada Indonesia. Selama setengah abad, organisasi tersebut menjalankan pembinaan umat serta menjaga dan mengembangkan Buddha Dhamma di Indonesia.

Tiga Sutta Buka Tipitaka Chanting 2026, Kisahkan Perjalanan dari Keraguan menuju Pencerahan

MAGELANG – Tiga sutta yang mengisahkan perubahan batin seorang pencari kebenaran membuka Indonesia Tipitaka Chanting 2026 di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jumat (24/7/2026).

Lebih dari 2.000 umat Buddha dari Indonesia dan sejumlah negara mengikuti sesi pertama dengan melantunkan Tevijjavacchagotta Sutta, Aggivacchagotta Sutta, dan Mahāvacchagotta Sutta.

Ketiga sutta dari Majjhima Nikāya itu memuat rangkaian dialog antara Sang Buddha dan pengembara bernama Vacchagotta. Ia digambarkan bergulat dengan pertanyaan tentang kehidupan, kebenaran, dan pembebasan.

Bhikkhu Siriratano Mahathera mengatakan tiga sutta tersebut merupakan satu rangkaian kisah tentang perubahan batin Vacchagotta.

“Dari seseorang yang dipenuhi keraguan dan terjebak dalam spekulasi filsafat, Vacchagotta perlahan dibimbing menuju pemahaman yang benar, praktik nyata, hingga akhirnya mencapai pencerahan sebagai seorang Arahat,” kata Bhikkhu Siriratano Mahathera seperti dikutip dalam keterangan resmi Kementerian Agama.

Menurut Bhikkhu Siriratano Mahathera, ketiga sutta itu menggambarkan tahapan perkembangan spiritual seorang pencari kebenaran. Perjalanan tersebut dimulai dari perubahan cara pandang, dilanjutkan dengan praktik yang konsisten, lalu menuju kebebasan batin.

Pembacaan tiga sutta pada sesi pembuka juga menjadi bahan perenungan bagi peserta. Pelantunan kitab suci tidak hanya ditempatkan sebagai tradisi, tetapi juga sebagai upaya memahami dan menjalankan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Indonesia Tipitaka Chanting 2026 berlangsung pada 24–26 Juli 2026. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan Sangha Theravada Indonesia bersama Keluarga Buddhis Theravada Indonesia.

Pesertanya terdiri atas bhikkhu dari berbagai negara, samanera, atthasilani, serta upasaka dan upasika yang menjalankan Atthasila.

Penyelenggaraan tahun ini bertepatan dengan peringatan 50 tahun Sangha Theravada Indonesia. Selama setengah abad, organisasi tersebut menjalankan pembinaan umat serta menjaga dan mengembangkan Buddha Dhamma di Indonesia.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *