Sempat Damai pada 2023, Viral Lagi pada 2026


BANTUL – Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi sorotan publik setelah percakapan WhatsApp yang diduga berisi pesan tidak senonoh viral di media sosial. Pihak kampus menyatakan kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

Ketua Satgas PPKPT UMY, King Faisal Sulaiman, mengungkapkan dugaan pelecehan seksual itu sebenarnya telah terjadi sejak 2023. Saat itu, persoalan tersebut sempat diselesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak berlanjut ke proses penanganan yang lebih luas.

“Sebetulnya sudah sejak 2023 lalu, tetapi sempat diselesaikan secara kekeluargaan, akan tetapi kembali mencuat di tahun ini, dan kita coba ambil tindakan,” ujar King saat memberikan keterangan pers di lobi Rektorat UMY, Sabtu 18 Juli.

Kasus itu kembali mencuat setelah pada 10 Juli 2026 beredar unggahan di media sosial yang memuat tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan dosen berinisial FK dengan mahasiswinya. Unggahan tersebut kemudian menyebar luas melalui Threads dan Instagram hingga memicu perhatian publik.

Merespons viralnya unggahan tersebut, Rektorat UMY membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual dan menugaskan Satgas PPKPT untuk melakukan penyelidikan.

“Memang benar adanya dugaan kasus tersebut, dan pihak kampus telah menugaskan kami untuk melakukan penyelidikan mendalam,” kata King.

Dalam investigasi awal, Satgas PPKPT meminta keterangan dari terlapor. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dosen berinisial FK disebut mengakui perbuatan yang dituduhkan kepadanya. Meski demikian, proses investigasi masih terus berlangsung untuk mendalami seluruh fakta dan alat bukti.

“Dari investigasi awal, terlapor atau terduga pelaku mengakui atas tuduhan tersebut, bahwa telah melakukan pelecehan seksual terhadap korban, yang tak lain adalah mahasiswanya sendiri, dan ini terus kita kembangkan,” ujarnya.

Pihak kampus menjelaskan korban yang pertama kali melapor merupakan mahasiswi semester akhir yang juga berstatus sebagai mahasiswa bimbingan akademik dosen tersebut.

Setelah kasus menjadi viral, Satgas PPKPT menerima laporan dari sejumlah korban lain. Namun, berdasarkan bukti yang telah diverifikasi dan pengakuan terlapor, hingga kini terdapat empat korban yang telah teridentifikasi.

“Ya sejak postingan itu viral, laporan bermunculan, tetapi yang teridentifikasi berdasarkan bukti dan pengakuan terlapor, total ada empat orang,” kata King.

Sebagai langkah awal penanganan, Rektorat UMY menonaktifkan sementara dosen berinisial FK dari seluruh aktivitas akademik maupun nonakademik selama proses investigasi berlangsung.

Pihak kampus menegaskan penanganan perkara dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku melalui Satgas PPKPT. Hingga kini, investigasi masih berjalan dan UMY memastikan seluruh laporan akan ditindaklanjuti secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku. Status akhir maupun sanksi terhadap terlapor akan ditentukan setelah proses pemeriksaan selesai.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *