BBM di Kepulauan Seribu Langka, Nelayan Pulau Panggang Kesulitan Melaut


JAKARTA – Warga Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, menghadapi persoalan serius akibat minimnya pasokan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini dinilai menghambat aktivitas nelayan yang bergantung pada ketersediaan BBM untuk melaut.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengungkapkan, kelangkaan BBM menjadi salah satu keluhan utama warga nelayan yang disampaikan saat pihaknya menerima aspirasi masyarakat Kepulauan Seribu.

“Urgensi yang tadi kita temukan dari pengaduan masyarakat adalah terkait langkanya BBM yang sangat dibutuhkan warga pulau,” kata Yuke, Minggu, 19 Juli.

Menurut Yuke, distribusi BBM di Kepulauan Seribu belum menjangkau seluruh wilayah secara merata. Sejumlah pulau masih mengalami keterbatasan pasokan, termasuk Pulau Panggang yang menjadi salah satu wilayah terdampak.

“Berdasarkan aduan warga, suplai BBM di Kepulauan Seribu hanya sampai di beberapa pulau. Tidak merata seluruh pulau. Satu di antara yang tidak terdistribusi yakni Pulau Panggang,” tutur Yuke.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi D karena sebagian besar warga Pulau Panggang menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Tanpa pasokan BBM yang memadai, nelayan kesulitan menjalankan aktivitas melaut.

“Karena salah satu mata pencahariannya (warga) adalah nelayan,” lanjutnya.

Yuke mendorong Pemprov DKI Jakarta segera mencari solusi agar kebutuhan BBM bagi warga pulau dapat terpenuhi. Menurut dia, distribusi BBM harus menjadi perhatian agar nelayan tidak terus terkendala saat mencari penghasilan.

Komisi D DPRD DKI Jakarta juga akan melakukan pemetaan kebutuhan BBM di sejumlah pulau di Kepulauan Seribu. Langkah itu akan menjadi bahan pembahasan lanjutan bersama Pemprov DKI, termasuk dalam pembahasan anggaran.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *