JAKARTA — Pemerintah belum memastikan kapan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, bisa turun meski ketegangan perang disebut mulai mereda.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih menunggu pelaksanaan perjanjian damai dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur laut itu penting bagi pasokan energi dunia.
“Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 18 Juni.
Menurut Airlangga, penurunan harga BBM nonsubsidi tidak bisa terjadi seketika. Pemerintah masih harus melihat implementasi perjanjian perdamaian serta kondisi pasokan.
“Ini kan tidak otomatis, kita lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian,” ujarnya.
Saat ditanya berapa lama harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lain bisa turun, Airlangga kembali memberi jawaban pendek.
“Ya barangnya sampai di mana kan kita lihat,” katanya.
Airlangga juga belum menjelaskan apakah pemerintah akan menyiapkan bauran kebijakan tambahan untuk merespons harga BBM nonsubsidi.
“Nanti kita lihat,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan pemerintah masih berhati-hati. Perang boleh mereda, tetapi harga energi belum tentu langsung ikut jinak. Bagi konsumen, terutama pengguna BBM nonsubsidi, jawabannya masih sama: tunggu dulu.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
