Mahkamah Agung Israel Setujui Roman Gofman Sebagai Kepala Mossad


JAKARTA – Mahkamah Agung Israel menyetujui pengangkatan Mayor Jenderal Roman Gofman sebagai kepala badan intelijen Mossad berikutnya, menurut laporan media berbahasa Ibrani pada Hari Senin.

Pengadilan menolak dua petisi yang menentang pengangkatan Mayjen Gofman dalam keputusan mayoritas oleh Hakim Ofer Grosskopf dan Alex Stein.

Hakim Daphne Barak-Erez berbeda pendapat, mengatakan pemeriksaan tambahan diperlukan mengenai isu-isu yang dianggapnya belum terselesaikan.

Menurut laporan media Israel, petisi tersebut terkait dengan tuduhan mengenai perilaku Gofman dalam kasus yang disebut Ori Elmakayes.

Dalam pendapat mayoritas, Grosskopf mengatakan bukti yang ada di hadapan pengadilan, termasuk materi rahasia, tidak menunjukkan pelanggaran etika yang akan mendiskualifikasi Gofman dari jabatannya sebagai kepala Mossad.

“Bukti yang ada menunjukkan bahwa kasus Elmakayes tidak menodai etika karier Mayjen Gofman yang mengesankan,” tulis Grosskopf, menurut The Jerusalem Post, melansir Anadolu (2/6).

Putusan tersebut dikeluarkan sehari sebelum upacara transisi Gofman yang direncanakan.

Gofman diperkirakan akan menjabat pada Hari Selasa, menggantikan Direktur Mossad yang akan segera meninggalkan jabatannya, David Barnea, yang telah memimpin badan intelijen luar negeri Israel sejak 2021.

Sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menominasikan Gofman untuk posisi tersebut meskipun ada keberatan dari Jaksa Agung Gali Baharav-Miara dan mantan Ketua Mahkamah Agung Asher Grunis, yang memimpin komite yang bertanggung jawab untuk meninjau penunjukan pejabat senior, menurut Maariv.

Diketahui, Mossad adalah badan intelijen luar negeri utama Israel dan memainkan peran sentral dalam pengumpulan intelijen, operasi rahasia, dan kebijakan keamanan nasional.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *