Jepang Desak Iran Buka Jalur Aman Selat Hormuz


JAKARTA – Jepang mendesak Iran membuka jalur pelayaran yang aman dan bebas di Selat Hormuz. Desakan itu disampaikan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Senin.

Kyodo News dikutip Senin, 1 Juni, melaporkan, Takaichi meminta pelayaran aman segera terwujud bagi kapal semua negara, termasuk Jepang dan negara-negara Asia lain.

Selat Hormuz kini secara efektif masih tertutup di tengah ketidakpastian perundingan damai terkait perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Jalur ini bukan sekadar titik di peta. Ia menjadi salah satu urat nadi pengiriman energi dunia.

Gangguan di Hormuz berpotensi menekan Jepang karena negara itu bergantung pada impor energi dari Timur Tengah. Banyak pengiriman minyak dan komoditas penting melewati selat tersebut.

Takaichi mengatakan kepada wartawan bahwa ia juga menyampaikan “harapan kuat” agar Iran menunjukkan fleksibilitas sebesar mungkin. Ia berharap kesepakatan bisa dicapai secepatnya.

Pembicaraan telepon itu menjadi yang ketiga antara Takaichi dan Pezeshkian sejak konflik dimulai pada akhir Februari. Menurut Takaichi, pembicaraan kali ini diminta Teheran.

Dalam percakapan itu, Pezeshkian menjelaskan perkembangan dan prospek perundingan Iran dengan Amerika Serikat. Kedua pemimpin sepakat tetap berkomunikasi erat untuk mencari penyelesaian konflik.

Jepang berada dalam posisi diplomatik yang tidak sederhana. Tokyo adalah sekutu dekat Amerika Serikat. Namun, Jepang juga lama menjaga hubungan baik dengan Iran.

Beberapa kapal terkait Jepang sebenarnya sudah melewati Selat Hormuz. Salah satunya tanker yang dioperasikan unit Idemitsu Kosan Co. Kapal itu tiba di Jepang pada 25 Mei dan menjadi kapal pertama yang sampai sejak konflik dimulai.

Laporan media Amerika Serikat dan Iran menyebut kedua pihak masih mengupayakan revisi nota kesepahaman untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Padahal, sumber pemerintah AS menyebut para perunding sebagian besar telah menyepakatinya pada Kamis lalu.

Secara terpisah, Takaichi juga berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten sebelum berkomunikasi dengan Pezeshkian.

Keduanya membahas rencana kunjungan kenegaraan Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako ke Belanda bulan ini. Takaichi mengatakan Jepang dan Belanda akan bekerja sama erat untuk menyukseskan kunjungan tersebut.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *