JAKARTA – Momen hangat antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila 2026 menjadi perhatian publik. Partai Gerindra menilai kebersamaan kedua tokoh bangsa tersebut mencerminkan hubungan yang telah terjalin baik sejak lama.
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengatakan momen ketika Prabowo menggandeng tangan Megawati menunjukkan adanya komunikasi dan hubungan personal yang tetap terjaga di antara keduanya.
“Komunikasi politik melalui gandengan tangan ini juga menunjukkan hubungan Pak Prabowo dan Ibu Megawati terjalin dengan baik sejak lama,” kata Bahtra dalam keteranganya, Senin 1 Juni.
Menurut Bahtra, hubungan tersebut tidak hanya terbangun dalam konteks politik, tetapi juga melalui komunikasi dan silaturahmi yang terus berlangsung meskipun Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan saat ini berada di luar pemerintahan.
Ia menilai Prabowo dan Megawati memiliki kedekatan emosional serta persahabatan yang kuat sebagai sesama tokoh bangsa. “Kedua tokoh bangsa tersebut memiliki kedekatan emosional dan persahabatan yang kuat, sehingga komunikasi dan silaturahmi di antara mereka tetap terjaga dengan baik demi kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.
Bahtra juga menilai momen kebersamaan Prabowo dan Megawati layak menjadi contoh bagi para elite politik di Indonesia. Menurutnya, perbedaan pandangan politik tidak seharusnya menghilangkan semangat persatuan dan gotong royong.
Ia mengatakan para pemimpin bangsa perlu menunjukkan sikap kebersamaan, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, mulai dari dinamika geopolitik hingga kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian.
“Para pemimpin bangsa menunjukkan sikap guyub dan kebersamaan, terutama di tengah tantangan yang tidak mudah akibat dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang penuh ketidakpastian,” kata Bahtra.
Sebelumnya, momen hangat antara Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri terlihat di sela-sela upacara peringatan hari lahir Pancasila 2026 yang berlangsung di gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta.
Kebersamaan kedua tokoh tersebut menjadi sorotan karena dianggap mencerminkan semangat persatuan nasional yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang diperingati pada momentum tersebut.
