JAKARTA – Militer Israel menarik diri dari kamp pengungsi Qalandia, di sebelah utara Yerusalem Timur, Tepi Barat yang diduduki, pada Kamis malam setelah operasi militer yang berlangsung hampir dua hari dan menyebabkan 51 warga Palestina terluka, menurut keterangan otoritas Palestina.
Militer Israel meluncurkan operasi berskala besar pada Rabu dini hari di Qalandia dan kota terdekat, Kafr Aqab, dengan mengerahkan puluhan kendaraan militer, buldoser, serta pesawat nirawak (drone).
Pihak militer mengklaim operasi tersebut menargetkan individu bersenjata, “infrastruktur musuh,” serta kepemilikan dan perdagangan senjata.
Pemerintah Wilayah Yerusalem (Jerusalem Governorate) menyatakan pasukan Israel mundur setelah operasi yang mencakup penggerebekan, penggeledahan, dan penahanan secara luas.
Disebutkan pula sejumlah rumah dan bangunan lainnya disita serta dialihfungsikan menjadi pusat penahanan dan interogasi lapangan selama operasi tersebut berlangsung.
Palang Merah Palestina (PRCS) melaporkan jumlah warga Palestina yang terluka sejak penggerebekan dimulai pada Rabu dini hari telah mencapai 51 orang, dikutip dari Anadolu (7/8).
Sebelumnya pada Hari Kamis, Asosiasi Tahanan Palestina menyatakan pasukan Israel telah menahan atau melakukan interogasi lapangan terhadap lebih dari 60 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak.
Pemerintah Wilayah Yerusalem menyatakan bahwa warga harus menghadapi kondisi kemanusiaan yang sulit selama penggerebekan berlangsung.
Di lokasi lain di sebelah utara Yerusalem yang diduduki, otoritas Israel mengeluarkan perintah militer untuk membersihkan vegetasi dan mencabut pohon zaitun di lahan milik warga Palestina seluas sekitar 2,5 dunum (0,6 ekar) di Kota Jaba, guna memperluas jalan permukiman ilegal Rute 437.
Pasukan Israel kerap melakukan penggerebekan militer hampir setiap hari di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.
Sejak dimulainya perang genosida Israel terhadap Gaza pada Oktober 2023, serangan oleh militer dan pihak pendudukan Israel di seluruh Tepi Barat yang diduduki telah meningkat tajam; serangan-serangan ini telah menewaskan lebih dari 1.182 warga Palestina, melukai sekitar 13.000 orang, dan menyebabkan penangkapan terhadap hampir 24.000 orang lainnya, menurut data resmi Palestina.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
