JAKARTA – Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) menyebut Presiden Donald Trump akan merasa sangat kecewa jika Israel tidak memenuhi bagian mereka dalam rencana perdamaian Gaza, menyusul pengumuman AS mengenai kesepakatan pelucutan senjata dengan Hamas.
“Kami tidak meminta Israel melakukan apa pun selain menyetujui rencana 20 poin yang telah mereka sepakati sebelumnya, jadi kami sangat yakin mereka akan mematuhinya. Jika tidak, tentu saja Presiden Trump akan merasa sangat, sangat kecewa,” ujar pejabat tersebut dilansir dari CNN, Jumat, 31 Juli.
“Mengingat berbagai masalah yang sedang mereka hadapi, tampaknya menurut saya ini bukan hal yang ingin mereka jadikan isu besar saat ini. Jadi, kami yakin mereka akan terus menjadi mitra yang baik dalam hal ini dan mematuhinya,” sambungnya.
Saat ditanya mengenai jadwal penyelesaian pelucutan senjata Hamas, pejabat tersebut menyoroti kompleksitas masalah ini serta pentingnya melakukan segala sesuatunya dengan tepat, alih-alih terpaku pada tenggat waktu yang ketat.
“Saya rasa dalam beberapa minggu ke depan kami akan terus mematangkan perinciannya, dan menurut saya kita bisa melihat kemajuan dalam satu atau dua bulan mendatang,” kata pejabat itu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan komentar secara terbuka mengenai pengumuman Trump, namun anggota koalisi sayap kanannya menyatakan penolakan terhadap kesepakatan tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
