Malaysia Tahan Pekerja Migran Indonesia Ibu Bocah 5 Tahun yang Tewas dengan Luka Memar


JAKARTA – Kepolisian Malaysia menahan seorang pekerja migran Indonesia (PMI), ibu dari bocah usia lima tahun yang tewas di Gelugor.

Kepala Polisi Timur Laut, ACP Abdul Rozak Muhammad, mengatakan selain satu perempuan warga negara Indonesia (WNI), pihaknya juga menahan kekasih sang PMI yang sama-sama berusia 30-an tahun asal Bangladesh dan dua orang lainnya.

“Polisi kini telah menahan empat orang untuk membantu penyelidikan, termasuk ibu anak tersebut, seorang warga negara Indonesia [WNI], dan pacarnya yang berkebangsaan Bangladesh,” katanya kepada Bernama ketika dihubungi Minggu 26 Juli, dikutip dari Bernama.

Rozak menambahkan, penahanan dilakukan setelah petugas melakukan autopsi yang hasilnya bocah itu tewas dengan luka di kepala dan tubuh akibat benturan benda tumpul

Kasus ini bermula ketika pria Bangladesh yang menganggur membawa anak laki-laki kekasihnya ke klinik terdekat setelah bocah itu mengalami muntah-muntah di apartemen sewaan mereka di Gelugor sekitar pukul 10 pagi pada Kamis 23 Juli.

Bocah itu kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Penang. Namun nahas, nyawanya tak bisa diselamatkan. Staf RS Penang kemudian membuat laporan polisi karena menemukan memar pada anak tersebut.

Menurut laporan Bernama, bocah tewas itu merupakan anak dari perkawinan antara pekerja migran Indonesia (PMI) yang mengais rezeki di Malaysia sebagai pegawai restoran dan seorang pria Rohingya yang meninggal pada 2025.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *