Rusia-Kuwait Bahas Penyelesaian Damai di Teluk Persia


JAKARTA – Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Georgy Borisenko dan Duta Besar Kuwait untuk Rusia Rashed Hammad Al-Adwani melakukan pertemuan untuk membahas penyelesaian sengketa di kawasan Teluk Persia.

“Kedua belah pihak menekankan perlunya menyelesaikan sengketa yang ada di kawasan tersebut melalui cara-cara politik dan diplomatik, serta dengan mempertimbangkan kepentingan semua negara di kawasan tersebut,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia dilansir ANTARA dari Sputnik, Jumat, 24 Juli.

Borisenko dan Al-Awdani menyoroti pentingnya upaya mediasi untuk segera melanjutkan negosiasi berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani Amerika Serikat dan Iran pada 17 Juni lalu.

Selain itu, para diplomat tersebut membahas kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi, serta budaya dan kemanusiaan antara Rusia dan Kuwait.

AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari.

Namun, militer AS kembali melancarkan beberapa serangan terhadap Iran sejak 8 Juli lalu. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan itu merupakan tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Militer Iran pun membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan milik AS yang berada di Timur Tengah. Iran juga menuding AS melanggar perjanjian gencatan senjata.

Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *