JAKARTA – Korea Selatan harus mengalami kekalahan melawan tuan rumah Meksiko dengan skor 0-1 pada laga kedua Grup A Piala Dunia 2026, Jumat, 19 Juni 2026 WIB.
Ada perdebatan yang muncul apakah kekalahan tersebut disebabkan adanya yang memata-matai Korea Selatan atau tidak. Hal itu berkaitan dengan kemunculan drone saat Korea Selatan menggelar latihan tertutup di Guadalajara menjelang laga melawan Meksiko tersebut.
Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, menyebut drone yang terbang itu kemudian dicegat dan ditembak jatuh oleh pasukan militer Meksiko di kamp pelatihan.
Melansir Associated Press, seorang pejabat federal Meksiko menyebut pasukan militer menggunakan peralatan khusus untuk mendeteksi drone yang tidak terdaftar, yang mendorong mereka untuk menetralisirnya.
Belum jelas apakah drone tersebut bertujuan untuk memata-matai taktik Korea Selatan atau tidak. Hong Myung-bo pun enggan menjadikan masalah drone tersebut sebagai alasan kekalahan.
“Jadi, kemarin, selama latihan kami, ada drone di langit dan kami mengetahui fakta tersebut. Namun, untungnya, itu terjadi tepat sebelum kami berlatih taktik. Jadi, itu tidak berdampak signifikan kepada kami.”
“Namun, saat kami mempersiapkan pertandingan, itu adalah waktu yang paling penting. Jadi, apa yang terjadi sungguh disayangkan,” ujar Hong.
Operasi tersebut merupakan bagian dari rencana keamanan yang melibatkan pasukan militer dan polisi setempat untuk Piala Dunia 2026, yang dimulai pekan lalu di Mexico City dan diadakan di seluruh Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada hingga 19 Juli 2026.
Pejabat anonim yang memberikan laporan kepada Associated Press tersebut tidak menyebutkan kapan insiden itu terjadi atau apakah ada penangkapan yang dilakukan.
Ia hanya mengatakan bahwa beberapa drone telah dinetralisir dalam beberapa hari terakhir setelah mencoba memasuki zona keamanan di sekitar stadion di Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey–tiga kota tuan rumah turnamen di Meksiko–serta kamp basis tim dan festival penggemar.
Pada Maret 2026, otoritas Meksiko mengumumkan rencana keamanan Piala Dunia 2026 yang dikenal sebagai Rencana Kukulkan, yang melibatkan sekitar 100.000 personel dari pasukan militer serta polisi federal dan lokal.
Rencana tersebut mencakup sistem peringatan dini, langkah-langkah keamanan di stadion, bandara, jalan raya, dan hotel, serta protokol perlindungan untuk tim, pejabat, dan penggemar.
Di Kanada, pihak berwenang telah melarang drone yang tidak berizin untuk terbang di atas stadion Piala Dunia 2026 dan beberapa lokasi pelatihan di Vancouver dan Toronto sebagai langkah keamanan. Pembatasan tersebut tetap berlaku hingga 7 Juli 2026.
Pada 2024, Tim Nasional Wanita Kanada dituduh menggunakan drone untuk diduga memata-matai sesi latihan Selandia Baru beberapa hari sebelum pertandingan laga pembuka di Olimpiade Paris, memicu skandal mata-mata yang menyebabkan sanksi terhadap Kanada.
Skandal tersebut menyebabkan penangguhan dua anggota staf pelatih dan pelatih kepala Bev Priestman, yang kemudian dipecat oleh Federasi Sepak Bola Kanada (Canada Soccer). Tim wanita Kanada–juara Olimpiade Tokyo 2020–dikurangi enam poin dari klasemen grup mereka di Perancis.
Canada Soccer kemudian menetapkan bahwa insiden tersebut bukanlah kesalahan terisolasi, tetapi bagian dari pola pengawasan yang tidak memadai dalam tim nasional.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
