Naturalisasi Tetap Jalan, Erick Thohir: Harus Punya Darah Indonesia


BOGOR — Program naturalisasi pemain untuk tim nasional Indonesia belum akan berhenti. Namun, PSSI menegaskan kebijakan tersebut tetap dibatasi bagi pemain yang memiliki garis keturunan Indonesia.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan naturalisasi masih menjadi bagian dari strategi memperkuat tim nasional. Di saat yang sama, PSSI tetap fokus mengembangkan pemain lokal melalui kompetisi usia muda dan pembinaan berjenjang.

“Naturalisasi memang pasti masih menjadi bagian. Apalagi komitmen naturalisasi yang kita lakukan memang kepada para atlet yang punya darah kita,” kata Erick di Hambalang, Bogor, Jumat (19/6).

Menurut Erick, para pemain keturunan yang bergabung dengan tim nasional juga menunjukkan komitmen besar untuk membela Indonesia.

Karena itu, PSSI berupaya menjaga keseimbangan antara perekrutan pemain keturunan dan pengembangan talenta lokal.

Ia mencontohkan banyak pemain muda Indonesia yang mulai menunjukkan potensi menjanjikan, termasuk di level kelompok umur.

“Balance antara persiapan tim nasional senior dan yang muda harus terus dijaga,” ujarnya.

Erick mengatakan pelatih tim nasional John Herdman juga terus memantau perkembangan pemain muda Indonesia. Salah satunya terlihat dari pemantauan langsung yang dilakukan ke berbagai daerah untuk mencari talenta baru.

Selain itu, proses naturalisasi pemain Becker dan Fikri juga terus berjalan. Erick mengatakan tahapan berikutnya menunggu surat resmi dari DPR kepada pemerintah sebelum pengambilan sumpah kewarganegaraan dilakukan.

“Saya tunggu dari DPR. Setelah itu baru ke Bapak Presiden,” katanya.

Bagi PSSI, kebijakan naturalisasi diposisikan sebagai bagian dari strategi memperkuat tim nasional sambil menyiapkan generasi pemain lokal untuk masa depan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *