15 Negara Uni Eropa Desak Bangun Pusat Migrasi di Luar Kawasan



JAKARTA – Sebanyak 15 negara anggota Uni Eropa mendesak percepatan pembentukan pusat penerimaan migran di negara-negara ketiga di luar wilayah Uni Eropa, sebagai bagian dari upaya baru untuk mengelola arus migrasi secara lebih efektif dan terkoordinasi.

Desakan itu tertuang dalam surat bersama yang ditandatangani negara-negara anggota Uni Eropa, seperti dilaporkan mediaPolitico pada Jumat, 19 Juni dilansir ANTARA dari Sputnik.

Inisiatif itu dipelopori oleh Italia dan Denmark, yang mendorong agar solusi migrasi berbasis negara ketiga segera diwujudkan.

Dalam surat tersebut, lebih dari separuh anggota Uni Eropa menilai Eropa telahmengubah arah pembahasan mengenai isu migrasi di kawasan. Oleh karena itu, menurut mereka, kini saatnya menghasilkan kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Bersama-sama, kita telah mendefinisikan ulang pembicaraan Eropa mengenai migrasi. Kini kita perlu menunjukkan hasil nyata yang memberikan dampak langsung bagi warga kita melalui solusi berbasis negara ketiga sesegera mungkin,” bunyi surat tersebut.

Surat itu juga menyebutsejumlah negara Eropa saat ini sedangbekerja untuk menerapkan berbagai peluang baru serta membangun pusat-pusat penerimaan migran di luar wilayah Uni Eropa.

“Kami akan memimpin langsung upaya ini untuk memastikan visi kami dapat diwujudkan,”lanjut isi surat itu.

Dorongan itu muncul hanya beberapa hari setelah Parlemen Eropa menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang membuka jalan bagi pembentukan pusat deportasi migran di negara-negara ketiga.

Pada pemungutan suara yang berlangsung Rabu (17/6), perubahan aturan tersebut memperoleh dukungan 418 anggota parlemen, dengan 218 anggota menolak, sementara 30 lainnya memilih abstain.

Langkah itu menandai semakin kuatnya dukungan politik diUni Eropa terhadap pendekatan baru dalam pengelolaan migrasi, termasuk proses dan penempatan migran di luar wilayah blok itu.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jerman Alexander Dobrindtberharap agar kesepakatan dengan negara-negara di luar Uni Eropa, mengenai pembentukan pusat penampungan bagi migran yang permohonan suakanya ditolak, dapat dicapai tahun ini.

Menurut Dobrindt, pusat-pusat tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi Eropa untuk menangani tantangan migrasi secara lebih terstruktur, sekaligus memperkuat koordinasi antarnegara dalam mengelola arus migran yang terus menjadi isu penting di kawasan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *