JAKARTA – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyebut gelaran MotoGP Mandalika tak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan berkaca pada perhelatan MotoGP tahun lalu, tercatat perputaran uang sekitar Rp4,9 triliun. Angka tersebut sudah mendapat pengakuan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).
Selain mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan investasi, ajang balap motor dunia tersebut juga berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
“Tadi kita bicara economic impact, sustainable economic impact of MotoGP itu Rp4,9 triliun, luar biasa sekali, dan juga penyerapan tenaga kerja lokal, lalu peningkatan elevasi SDM,” kata Maya dalam Press Conference dan Launching Ceremony Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Kamis, 18 Juni.
Maya bilang jika pada MotoGP perdana tahun 2022 seluruh marshal masih didatangkan oleh penyelenggara internasional, Dorna Sports, kini seluruh marshal yang bertugas berasal dari masyarakat NTB. Bahkan, lanjut Maya, kualitas marshal asal NTB kini telah diakui hingga tingkat internasional.
“Yang luar biasa lagi, kita mulai mengekspor marshal-marshal kita ke Jepang dan Malaysia. Jadi sebenarnya SDM kita ini sangat luar biasa dan bisa kita tingkatkan tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga ke tingkat internasional,” ujarnya.
Selain itu, Maya menilai MotoGP juga menjadi sarana promosi Indonesia yang efektif di panggung dunia. Menurutnya, ajang tersebut disaksikan di lebih dari 200 negara dengan jangkauan sekitar 670 juta penonton.
“Sekarang kita tidak hanya memiliki nation branding, tetapi juga nation pride. Dunia mengenal Mandalika dan Indonesia dari gelaran MotoGP, dan sekarang kita punya local heroes yang menjadi kebanggaan bersama,” tuturnya.
Maya bilang pengembangan Mandalika sebagai destinasi wisata kelas dunia membutuhkan proses yang tidak singkat. Menurut dia, kemajuan yang dicapai saat ini merupakan hasil pembangunan yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir.
“Lima tahun tidak terasa kita sampai di sini, tapi mungkin kita butuh lima tahun lagi untuk menjadikan destinasi ini, menjadi destinasi kelas dunia. Dan impact dari MotoGP untuk kawasan Mandalika dan NTB keseluruhan, itu sangat luar biasa,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan MotoGP merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengembangkan sport tourism dan industri olahraga yang memiliki prospek pertumbuhan sangat besar.
Menurut Erick, nilai pasar sport tourism global saat ini mencapai sekitar 625 miliar dolar AS dan diperkirakan meningkat menjadi 2,7 triliun dolar AS dalam beberapa tahun mendatang. Adapun industri olahraga dunia bernilai lebih dari 500 miliar dolar AS dengan pertumbuhan sekitar 8 persen per tahun.
“Artinya ini saya berharap tentu pertumbuhan penonton sudah terbukti, ekonomi impact sudah terbukti. Meng-create talenta sudah terbukti, nah bagaimana kita semua di sini bisa terus meningkatkan, meningkatkan supaya event seperti MotoGP ini benar-benar bisa terus kita sukseskan,” ucap Erick.
Menurut Erick, besarnya perputaran ekonomi MotoGP di Mandalika, terlihat jelas dari Singapura yang mulai ikut menggelar balap mobil Formula 1 pada tanggal yang sama, yakni 9 hingga 11 Oktober 2026 mendatang.
Sebagai informasi, InJourney akan kembali menggelar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Oktober mendatang. Balapan tersebut menjadi seri ke-18 dalam kalender MotoGP musim 2026 sebelum berlanjut ke GP Australia di Phillip Island.
“Buktinya, negara tetangga mulai terganggu, yang namanya F1 itu tanggalnya dismain. Artinya, ini saya berharap tentu pertumbuhan penonton sudah terbukti, economy impact sudah terbukti, nah bagaimana kita semua bisa terus meningkatkan supaya event MotoGP ini bisa kita sukseskan,” kata Erick.
Di sisi lain, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengatakan MotoGP telah menjadi magnet bagi sektor pariwisata dan investasi di daerahnya. Menurut dia, setiap penyelenggaraan MotoGP berdampak pada meningkatnya tingkat hunian hotel, penambahan penerbangan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Indah juga mengatakan lebih dari 600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal terlibat dalam setiap penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.
“Kami ingin Mandalika menjadi milik Indonesia, sehingga rasa memiliki untuk menyukseskan event ini tidak hanya milik masyarakat Nusa Tenggara Barat, tetapi milik masyarakat Indonesia, karena kita beruntung menjadi salah satu negara yang bisa menghelat event MotoGP,” ujarnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
