JAKARTA – Komisi B DPRD DKI Jakarta menyoroti lemahnya perencanaan pengadaan barang dan jasa di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Perencanaan yang dinilai tidak matang membuat sejumlah program terlambat berjalan hingga memicu munculnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan persoalan tersebut terlihat dari masih adanya temuan kelebihan pembayaran dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berujung pada kewajiban pengembalian dana ke kas daerah.
Nova menilai persoalan utama terletak pada tahap perencanaan program yang tidak memperhitungkan secara matang waktu pelaksanaan dan proses pengadaan barang dan jasa.
“Masalah kegiatan barang dan jasa, ada beberapa SKPD yang kelebihan pembayaran atau jangka waktunya tidak bisa dicapai,” ujar Nova pada Kamis, 18 Juni.
Menurut Nova, kondisi tersebut menyebabkan sejumlah program tidak berjalan optimal meski telah dirancang sejak awal tahun anggaran. Salah satu yang disorot adalah pembangunan Pusat Oleh-Oleh Jakarta yang dinilai telah memiliki perencanaan cukup matang, namun pelaksanaannya justru dilakukan mendekati akhir tahun.
Akibatnya, target penyelesaian pekerjaan sulit tercapai dan berpotensi memengaruhi kualitas maupun efektivitas penggunaan anggaran.
“Nah, ini bagaimana perencanaannya di awal,” tutur dia.
Meski mengkritik aspek perencanaan, Nova tetap mengapresiasi tingkat serapan anggaran OPD mitra Komisi B yang rata-rata telah mencapai sekitar 90 persen sepanjang tahun anggaran 2025.
Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya serapan anggaran tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan pelaksanaan program. OPD juga perlu memastikan efisiensi penggunaan anggaran serta ketepatan volume pekerjaan yang dikerjakan.
Komisi B meminta setiap OPD lebih cermat menyusun jadwal lelang, menghitung kesiapan pelaksanaan program, serta menyesuaikan target pekerjaan dengan waktu yang tersedia agar tidak kembali memunculkan pengembalian anggaran pada akhir tahun.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
