JAKARTA – Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan pada Hari Rabu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “gigih” dan “terobsesi” untuk menyerang Iran, serta menormalisasi hubungan dengan Arab Saudi selama masa jabatannya.
Berbicara dalam wawancara dengan Editor New Yorker David Remnick di sebuah acara di New York City, Clinton membahas pendekatan Netanyahu selama ia menjabat sebagai menteri luar negeri.
Clinton mengatakan Netanyahu sangat bersikeras untuk menyerang Iran.
“Dia akan berkata, ‘Anda harus mendukung kami dalam menyerang Iran.’ Ini terjadi selama periode 2009 hingga 2012,” kata Clinton, melansir Anadolu (17/6).
Lebih jauh dijelaskannya, isu penyerangan Iran adalah topik yang berulang dan mengingat percakapan telepon yang panjang dengan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel saat itu, Ehud Barak.
“Mereka mengatakan hal-hal seperti, ‘Pesawat kami berada di landasan pacu.’ Dan saya akan berkata, ‘Yah, semoga berhasil. Maksud saya, oke, tetapi mengapa Anda melakukan ini?'” kata Clinton.
Ketika Remnick berkomentar, “Jadi sebagai sekutu yang menerima banyak bantuan, mereka mempermainkan Anda,” Clinton menjawab: “Selalu. Tentu saja.”
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
