South Pars Kembali Berproduksi, Iran Berusaha Pulihkan Sektor Energi Pascakonflik


JAKARTA — Iran mulai memulihkan produksi gas alam di ladang gas raksasa South Pars setelah sebelumnya mengalami gangguan akibat kerusakan fasilitas pengolahan di darat yang dipicu serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), proses pemulihan kapasitas produksi dan pengolahan gas di ladang tersebut berjalan sesuai rencana.

Pejabat terkait, Dehqani, mengatakan hingga kini tiga platform lepas pantai South Pars telah kembali beroperasi dan masuk ke dalam siklus produksi.

“Sejauh ini, tiga platform lepas pantai South Pars telah kembali ke siklus produksi,” kata Dehqani, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin, 1 Juni.

Ia menambahkan, pemulihan kapasitas produksi dan pengolahan gas di ladang bersama Iran-Qatar itu menunjukkan perkembangan yang positif.

“Pemulihan produksi gas yang melimpah dan kapasitas pengolahan di ladang bersama ini berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Dehqani, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemampuan teknis para pekerja industri energi Iran, pengelolaan produksi yang terintegrasi, serta pemanfaatan maksimal fasilitas yang tersedia.

“Kemajuan ini disebabkan oleh kemampuan teknis para spesialis industri minyak, manajemen produksi terpadu, dan penggunaan maksimal kapasitas yang ada,” katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah platform lepas pantai yang terhubung dengan kilang pengolahan gas yang terdampak serangan sempat menghentikan produksi selama konflik berlangsung. Namun, penghentian itu bukan karena kerusakan pada fasilitas produksi di laut.

Seluruh fasilitas lepas pantai tetap dalam kondisi baik dan siap beroperasi. Produksi terpaksa dihentikan karena gas yang dihasilkan tidak dapat diterima dan diproses oleh fasilitas pengolahan di darat yang mengalami gangguan.

“Meskipun dalam kondisi siap beroperasi penuh dan tanpa kerusakan pada fasilitas lepas pantai itu sendiri, produksi harus dihentikan karena tidak ada kemungkinan untuk menerima dan memproses gas yang dihasilkan di darat,” ujar Dehqani.

South Pars merupakan ladang gas alam terbesar di dunia yang dikelola bersama oleh Iran dan Qatar. Ladang ini menjadi tulang punggung produksi gas alam Iran serta menyumbang sebagian besar pasokan energi nasional.

Sebelumnya, operasional South Pars terganggu setelah serangan Israel menargetkan infrastruktur energi di kawasan Assaluyeh pada Maret lalu. Serangan tersebut memengaruhi fasilitas pengolahan gas di darat yang menjadi bagian penting dalam rantai produksi ladang gas tersebut.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *