JAKARTA – Situasi mencekam melanda kawasan ring satu Amerika Serikat setelah insiden penembakan hebat meletus di dekat kompleks Gedung Putih pada Sabtu sore waktu setempat. Dua orang dilaporkan terluka dalam peristiwa yang langsung memicu pengamanan ketat di pusat pemerintahan Amerika Serikat tersebut.
Berdasarkan informasi aparat penegak hukum setempat, dikutip WINIK Minggu 24 Mei pagi korban luka terdiri atas seorang pria yang diduga sebagai pelaku penembakan dan satu warga sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Keduanya segera dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat. Pelaku disebut berada dalam kondisi kritis, sementara korban sipil mengalami luka serius.
Insiden bermula ketika pelaku mendekati area pos pengamanan luar Gedung Putih dan tiba-tiba melepaskan tembakan ke arah petugas Secret Service yang sedang berjaga. Menanggapi ancaman tersebut, agen pengawal presiden langsung membalas tembakan untuk melumpuhkan pelaku.
Aksi baku tembak berlangsung cukup intens dan memicu kepanikan di sekitar lokasi. Sejumlah saksi mata dan jurnalis di lapangan mengaku mendengar sekitar 20 kali letusan senjata api sesaat setelah pukul 18.00 waktu setempat.
Suara tembakan disebut berasal dari area dekat Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower yang berada di sisi kompleks Gedung Putih.
Juru bicara Secret Service Anthony Guglielmi mengatakan pihaknya tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden tersebut. Secret Service saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi serta mencocokkan informasi dari para agen yang terlibat langsung dalam penanganan kejadian.
Direktur FBI Kash Patel juga memastikan tim federal telah diterjunkan untuk membantu proses investigasi dan pengamanan di lokasi kejadian.
Kekhawatiran publik sempat tertuju pada keselamatan Presiden Donald Trump. Namun, Gedung Putih memastikan Presiden berada dalam kondisi aman. Juru bicara Gedung Putih Steven Cheung menyebut Trump memang berada di kompleks Gedung Putih hingga sore hari sebelum insiden terjadi, tetapi tidak berada di area yang terdampak langsung.
Tidak ada agen Secret Service yang dilaporkan terluka dalam kejadian tersebut.
Suasana panik turut dirasakan para jurnalis yang sedang bertugas di area Gedung Putih. Produser CBS News Emma Nicholson mengungkapkan dirinya bersama kru langsung tiarap ke tanah setelah mendengar rentetan tembakan, sebelum akhirnya dievakuasi petugas keamanan menuju ruang aman di dalam kompleks Gedung Putih.
Insiden ini kembali memicu alarm keamanan di Washington D.C. karena terjadi hanya beberapa pekan setelah kasus pembobolan area pengamanan luar saat acara makan malam tahunan koresponden Gedung Putih berlangsung.
Hingga kini, aparat keamanan federal masih mendalami motif pelaku dan memastikan apakah ada keterkaitan dengan ancaman keamanan lainnya terhadap pusat pemerintahan Amerika Serikat.
