JAKARTA — Komando Operasi (Koops) TNI Habema mengerahkan pasukan khusus didukung armada helikopter untuk mengejar kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua.
Kelompok separatis tersebut menjadi terduga pelaku pembunuhan sadis terhadap delapan warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas.
Aksi pembantaian tersebut dilaporkan terjadi karena kelompok OPM menuduh para pekerja tambang tradisional tersebut sebagai mata-mata aparat keamanan.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna, membantah keras tuduhan sepihak tersebut dan memastikan para korban murni masyarakat sipil yang sedang mencari nafkah.
“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” kata Wirya dikutip dari ANTARA, Kamis, 26 Mei 2026.
Wirya menjelaskan bahwa aksi pembunuhan keji itu terjadi. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, para pelaku diidentifikasi sebagai bagian dari kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo.
Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka.
Usai mengeksekusi delapan warga sipil secara kejam, kelompok bersenjata tersebut langsung melarikan diri ke dalam hutan dan berpindah ke wilayah lain untuk menghindari kejaran petugas.
Guna merespons tindakan brutal tersebut, Koops Habema telah menyiapkan pasukan pemburu berskala besar lengkap dengan dukungan logistik udara dan helikopter tempur untuk menyisir rute pelarian kelompok Kopitua Heluka.
Selain memfokuskan kekuatan untuk memburu para pelaku, prioritas utama pasukan TNI di lapangan saat ini adalah melakukan evakuasi terhadap jenazah delapan warga sipil yang menjadi korban tindakan sadis kelompok OPM tersebut dari lokasi kejadian.
Militer Indonesia mengutuk keras tindakan teror yang terus menyasar masyarakat sipil tak bersenjata di tanah Papua.
TNI juga memastikan eskalasi pengamanan di Kabupaten Yahukimo akan ditingkatkan secara masif guna mencegah jatuhnya korban baru.
“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” tegas Wirya.
Selain pengejaran intensif, penambahan intensitas patroli taktis di titik-titik rawan wilayah Yahukimo terus digalakkan demi menjamin rasa aman dan memulihkan roda aktivitas perekonomian warga setempat yang sempat lumpuh akibat teror tersebut.
