Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak yang Harus Dikenali Orang Tua


JAKARTA – Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan struktur atau fungsi jantung yang sudah ada sejak lahir akibat gangguan perkembangan janin. Secara global, prevalensi PJB diperkirakan mencapai 8-10 kasus per seribu kelahiran hidup.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan RS Pondok Indah, dr. Yovi Kurniawati, Sp. J.P, Subsp. K.Ped.P.J.B. (K), mengatakan bahwa penyebab PJB belum diketahui secara pasti, dan bersifat multifaktoral.

“Tidak ada satu penyebab yang bisa dibilang itu memang menyebabkan terjadinya penyakit jantung bawaan. Jadi dikatakan ini multifaktoral, banyak sekali faktor yang bisa mempengaruhinya,” kata dr. Yovi saat temu media di Senayan, Jakarta, ditulis Sabtu, 9 Mei 2026.

Dampak PJB sangat bervariasi, mulai dari gangguan tumbuh kembang ringan, hingga kondisi fatal yang mengancam jiwa akibat gangguan aliran darah. Oleh karena itu, orang tua harus waspada dan mengenali gejala-gejala jantung bawaan agar bisa mendeteksi dini dan melakukan pencegahan dengan cepat.

Gejala PJB secara umum terbagi menjadi dua kategori utama, yakni tipe sianotik atau biru, dan tipe asianotik atau tidak biru. Pada tipe sianotik, perubahan warna menjadi kebiruan terlihat jelas pada area mulut, lidah, serta ujung jari tangan dan kaki bayi.

Gejala tersebut dapat muncul segera setelah bayi lahir atau berkembang seiring bertambahnya usia dan aktivitas fisik anak yang meningkat.

Sementara, tipe asianotik sering kali tidak menunjukkan gejala fisik yang nyata, tetapi dapat dideteksi melalui pada pola menyusu sang bayi. Seperti bayi yang tidak mampu mengisap susu dengan baik.

“Anak yang menyusu terputus-putus karena sesak napas ada kemungkinan menderita penyakit jantung bawaan. Kondisi ini juga membuat berat badan anak susah naik,” jelasnya.

Adapun gejala lainnya yang patut diwaspadai adalah batuk dan panas yang berulang, frekuensi napas dan detak jantung yang sangat cepat, pembengkakan pada kaki, perut, hingga sembab di sekitar mata.

Pada anak yang lebih besar, penyakit jantung bawaan sering ditandai dengan kebiasaan jongkok atau squatting saat merasa kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik ringan maupun berat.

Dengan mengenali gejala-gejala tersebut, maka orang tua bisa melakukan deteksi dini jika anak mengalaminya. Proses identifikasi PJB pada anak bisa dilakukan dengan pendekatan sistematis yang dikenal sebagai metode lima jari.

Metode tersebut meliputi pengecekan riwayat pasien secara mendalam, pemeriksaan fisik melalui teknik lihat, raba, atau dengar, rekam jantung atau EKG, foto polos dada, serta USG jantung dan pemeriksaan laboratorium.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *