Candi Mendut Direhabilitasi, Struktur Diperkuat hingga Atap dan Stupa Dikaji


MAGELANG – Kementerian Kebudayaan memperkuat struktur Candi Mendut di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, setelah ditemukan bagian bangunan yang mengalami penggembungan. Penanganan juga menyasar atap dan stupa agar candi lebih tahan terhadap risiko kerusakan, termasuk gempa bumi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan rehabilitasi harus dilakukan hati-hati karena setiap intervensi menyangkut bangunan cagar budaya.

“Candi Mendut ini kita perbaiki agar lebih utuh dan kuat. Kita juga mengupayakan agar bangunannya lebih tahan terhadap potensi risiko, termasuk gempa bumi,” kata Fadli saat meninjau rehabilitasi Candi Mendut, Rabu, 14 Oktober.

Menurut Fadli, setiap langkah penanganan harus melalui perhitungan yang tepat agar tidak mengganggu nilai penting bangunan.

Dalam rehabilitasi kali ini, perhatian diarahkan pada kondisi batuan, bagian bangunan yang mengalami penggembungan, serta rencana perbaikan atap dan stupa.

“Kita menggunakan intervensi yang sesuai dengan asas-asas konservasi. Perhitungan terhadap batu-batu dan bahan yang digunakan harus mengikuti ketentuan yang ada,” ujarnya.

Fadli mengatakan penanganan atap dan stupa juga perlu dikonsultasikan dengan para ahli agar metode yang digunakan tetap sesuai prinsip konservasi.

Candi Mendut merupakan candi Buddha yang berada tidak jauh dari Candi Borobudur dan Candi Pawon. Ketiganya menjadi bagian penting dari warisan budaya di kawasan Magelang.

Candi Mendut juga memiliki riwayat panjang pemugaran. Pekerjaan pernah dilakukan pada 1897-1904, kemudian 1908 dan 1925.

Riwayat tersebut menunjukkan bangunan memang membutuhkan perawatan berkelanjutan agar kerusakan tidak semakin meluas.

Kementerian Kebudayaan menyebut rehabilitasi sekarang ditujukan untuk memperbaiki kondisi fisik candi sekaligus meningkatkan ketahanan strukturnya.

Fadli berharap seluruh proses dilakukan dengan metode yang tepat dan melibatkan ahli agar hasilnya tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menjaga nilai sejarah dan arsitekturnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *