JAKARTA – Seorang insinyur OpenAI berkewarganegaraan Arab Saudi ditangkap setelah diduga memasang alat perekam suara tersembunyi di ruang konferensi eksekutif perusahaan di San Francisco, Amerika Serikat.
Menurut Anadolu Agency, dikutip Rabu, 14 Oktober, Departemen Kehakiman AS menyebut Abdulrahman Alfozan, 35 tahun, ditangkap pada Jumat dan hadir di pengadilan federal pada Selasa.
Ia didakwa menggunakan atau mencoba menggunakan perangkat untuk menyadap komunikasi lisan.
Berdasarkan dokumen pengaduan pidana, pegawai OpenAI menemukan alat perekam yang disembunyikan di antara tisu toilet dan terhubung ke televisi di sebuah ruang konferensi eksekutif sekitar 30 September.
Perangkat itu diduga dipasang dua hari sebelumnya.
Ruangan tersebut disebut sering digunakan untuk pembahasan rahasia mengenai penelitian, rencana produk, dan strategi bisnis OpenAI.
Rekaman kamera pengawas disebut menunjukkan Alfozan berada di sekitar ruangan itu beberapa kali, meski ia tidak memiliki izin untuk menghadiri rapat di sana.
Penyelidik juga menemukan sejumlah pertanyaan kepada chatbot dari akun yang dikaitkan dengan istrinya. Pertanyaan itu berkaitan dengan cara membuat, menyembunyikan, dan mengakses alat perekam dari jarak jauh.
Menurut dokumen pengaduan, petugas keamanan kemudian menemukan perangkat perekam kedua di dalam tas milik Alfozan.
OpenAI melalui media sosial X mengatakan perusahaan mengidentifikasi karyawan tersebut melalui penyelidikan internal, lalu menyerahkan kasusnya kepada Biro Investigasi Federal AS atau FBI.
Perusahaan kemudian memberhentikan Alfozan.
OpenAI menyatakan tidak menemukan indikasi bahwa bobot model AI, kode sumber, maupun data pelanggan telah diakses atau diambil secara tidak semestinya.
Jika terbukti bersalah, Alfozan terancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda 250.000 dolar AS.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
