Busana Sopan Indonesia Bidik Pasar Global, Tak Hanya Negara Muslim


JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai busana sopan atau modest fashion Indonesia punya peluang besar menembus pasar global. Pasarnya tidak hanya negara berpenduduk mayoritas Muslim, tetapi juga Eropa dan negara non-Muslim.

Riefky mengatakan kekuatan busana sopan Indonesia terletak pada desain dan akar budaya yang berbeda di setiap daerah.

“Potensi ini sebetulnya tidak hanya ke negara-negara Muslim, tetapi juga ke negara-negara Eropa, negara-negara yang non-mayoritas Muslim,” kata Riefky saat membuka IN2Motion Fest x JMFW 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 14 Oktober.

Ia menilai kekhasan budaya memberi identitas tersendiri pada produk fesyen Indonesia sehingga tidak mudah disamakan dengan produk dari negara lain.

Namun, peluang pasar tersebut membutuhkan penguatan ekosistem. Pemerintah mendorong kolaborasi antara pelaku industri, kreator, lembaga terkait, dan pasar agar produk Indonesia lebih mudah masuk ke jaringan global.

“Jadi ini peluang yang sangat luar biasa dan perlu kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

Kementerian Ekonomi Kreatif juga mendorong perluasan akses pasar, pengembangan jejaring bisnis, serta pemanfaatan teknologi digital dalam industri fesyen.

Salah satu yang mulai mendapat perhatian adalah penggunaan kecerdasan buatan atau AI.

Riefky mengatakan pemerintah akan menyiapkan peta jalan AI yang juga mencakup etika pemanfaatannya. Penggunaan teknologi tersebut dinilai perlu diatur agar karya kreator tetap terlindungi.

Perlindungan kekayaan intelektual juga menjadi perhatian. Menurut Riefky, desain, motif, dan merek bukan hanya penanda sebuah produk, tetapi memiliki nilai ekonomi.

“Desain, motif, merek, bukan sekadar identitas produk tetapi juga aset ekonomi yang perlu dilindungi dan dikembangkan agar memberikan manfaat optimal bagi pencipta dan pelaku usaha,” katanya.

Riefky berharap IN2Motion Fest yang berkolaborasi dengan JMFW 2026 dapat mempertemukan karya kreatif Indonesia dengan industri dan pasar global.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *