JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan gangguan listrik atau blackout di Batam terkait sejumlah persoalan teknis pada jaringan. Berdasarkan laporan awal PLN, gangguan antara lain dipicu petir dan masalah teknis pada jaringan.
Bahlil mengatakan persoalan tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai perlunya perbaikan pelayanan kelistrikan di sejumlah daerah.
“Ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam. Ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir menurut mereka. Dan ada kesalahan teknis lah, kira-kira begitu,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 14 Oktober.
Ia menyebut terdapat tiga persoalan teknis yang dilaporkan kepadanya. Salah satunya disebut berkaitan dengan hewan yang mengenai jaringan.
“Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena, kelelawar atau apa, kira-kira begitu ya,” ujarnya.
Bahlil menegaskan gangguan tersebut terjadi pada tingkat implementasi yang dikelola PLN.
Ia mengatakan pemerintah ingin perbaikan pelayanan listrik dilakukan lebih intensif agar gangguan serupa dapat ditangani lebih baik.
“Ini kan saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan perbaikan yang lebih intensif lagi. Agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat,” katanya.
Terkait kemungkinan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak blackout, Bahlil belum memberikan kepastian.
Menurut Bahlil, persoalan tersebut akan dibicarakan lebih dulu dengan PLN karena perusahaan yang mengetahui kondisi teknis dan durasi gangguan di lapangan.
“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN. Karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” ujar Bahlil.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
