JAKARTA – Pemerintah Iran pada hari Selasa menyatakan kesiapannya menghadapi segala kemungkinan skenario, termasuk gangguan pada layanan penerbangan dan kereta api, saat konflik dengan Amerika Serikat terus berlanjut.
“Kami siap menghadapi segala skenario, termasuk penghentian layanan penerbangan atau kereta api, namun saya tidak dapat mengungkapkan langkah-langkah yang diambil pemerintah karena kita sedang dalam keadaan perang,” ujar juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani dalam konferensi pers, melansir Al Arabiya dari Iranian Students’ News Agency (ISNA) (14/10).
Lebih lanjut Ia mengatakan, meskipun beberapa laporan hanyalah sekadar rumor dan spekulasi, pemerintah tentu telah bersiap menghadapi skenario-skenario tersulit.
Mohajerani menegaskan kembali, ia tidak dapat membeberkan langkah-langkah kontingensi pemerintah, dengan alasan negara sedang dalam keadaan perang dan informasi tertentu tidak boleh dipublikasikan.
Saat ditanya mengenai kemungkinan perombakan kabinet, ia mengatakan pergantian menteri tidak akan menyelesaikan tantangan yang dihadapi Iran saat ini.
“Mengingat situasi sulit yang dihadapi Iran saat ini, mengganti anggota pemerintahan tidak akan menyelesaikan masalah apa pun,” ujarnya.
Ia menambahkan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian belum mengambil keputusan apa pun untuk merombak kabinetnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah langkah Tehran yang semakin meningkatkan peringatan dan ancamannya dalam beberapa hari terakhir.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
