Fadli Zon Sebut Arca Prajnaparamita “Monalisa dari Jawa”, Galeri Baru Dibuat Ramah Disabilitas


JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut Arca Prajnaparamita sebagai “Monalisa dari Jawa” saat meresmikan Galeri Prajnaparamita di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa, 13 Oktober. Galeri baru itu dilengkapi huruf Braille, miniatur yang bisa disentuh, serta tata pamer digital untuk memperluas akses pengunjung, termasuk penyandang disabilitas netra.

Arca Prajnaparamita merupakan karya tiga dimensi abad ke-13 dari kawasan percandian Singasari, Jawa Timur. Arca tersebut menggambarkan dewi kebijaksanaan dalam tradisi Buddha Mahayana.

Fadli menegaskan arca yang dipamerkan merupakan artefak asli, bukan replika.

“Galeri Prajnaparamita ini menampilkan arca asli, bukan replika, secara khusus mahakarya dari nenek moyang kita. Salah satu pencapaian artistik dan estetika yang tertinggi. Bahkan kalau boleh dibilang, arca Prajnaparamita ini adalah Monalisa-nya Indonesia, Monalisa dari Jawa,” kata Fadli.

Galeri tersebut juga menyediakan deskripsi dalam huruf Braille dan miniatur arca yang bisa disentuh. Fasilitas itu memungkinkan pengunjung tunanetra mengenali bentuk dan proporsi arca melalui sentuhan.

“Dalam upaya pengembangan museum yang inklusif, termasuk bagi kalangan disabilitas terutama disabilitas netra, tersedia narasi dalam huruf braille, kemudian juga ada miniatur yang bisa dipegang. Jadi kira-kira bisa meraba bagaimana bentuk Arca Prajnaparamita,” ujarnya.

Selain aksesibilitas, tata pamer dibuat lebih modern dengan teknologi digital dan pencahayaan imersif. Arca ditempatkan pada dudukan dengan pendaran cahaya berbentuk kelopak bunga lotus.

Pemerintah ingin Galeri Prajnaparamita menjadi salah satu titik utama di Museum Nasional sekaligus menarik minat generasi muda untuk mengenal sejarah melalui pengalaman yang lebih interaktif.

Prajnaparamita merupakan peninggalan dari masa Singasari dan dikaitkan dengan periode pemerintahan Raja Kertanegara. Arca itu dipahat dalam posisi meditasi vajrasana, dengan kedua tangan membentuk dharmacakra mudra dan bunga teratai di sisi kiri.

Fadli berharap galeri tersebut tidak hanya menjadi daya tarik baru, tetapi juga mendorong kajian lebih lanjut terhadap peninggalan sejarah Nusantara.

“Galeri Prajnaparamita, Monalisa-nya dari Jawa atau Monalisa-nya Nusantara ini bisa menjadi suatu atraksi di Museum Nasional untuk mengapresiasi, menghargai karya dari nenek moyang kita yang menghadirkan sebuah arca yang begitu indah, menarik, dan luar biasa,” katanya.

Pengembangan Galeri Prajnaparamita menjadi bagian dari upaya membuat Museum Nasional lebih dinamis, interaktif, dan mudah diakses berbagai kelompok masyarakat.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *